BOGORPLUS.ID - KPH Panembahan Agung Tedjowulan, yang memegang peran sebagai pelaksana pelestarian pengembangan dan pemanfaatan Keraton Solo, melaksanakan pertemuan penting pada Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Keraton Solo dan melibatkan utusan dari KGPH Purbaya, putra dari mendiang Pakubuwono XIII.

Pertemuan ini menjadi sorotan publik setelah sebuah foto yang mengabadikan momen tersebut beredar luas di masyarakat. Dalam foto tersebut, terlihat jelas interaksi antara pihak Tedjowulan dengan perwakilan dari kubu Purbaya.

Perwakilan yang hadir dari pihak KGPH Purbaya diketahui terdiri dari juru bicara mereka, KPA Singonagoro, serta Pengageng Paran Parakarsa PB XIV Purbaya, yang dikenal juga sebagai Kanjeng Dany atau KPA Ad Nur Wijaya Adiningrat. Ketiganya terekam sedang berdiskusi di area depan Sekretariat Panembahan Agung.

Kebenaran adanya pertemuan tersebut telah dikonfirmasi secara resmi melalui keterangan tertulis oleh Kanjeng Pakoenegoro, juru bicara dari pihak KGPH Panembahan Agung Tedjowulan. Konfirmasi ini menunjukkan adanya keterbukaan dari pihak Tedjowulan mengenai interaksi tersebut.

"Iya kemarin siang Gusti Tedjowulan berkenan menemui Kanjeng Pangeran Aryo Adiningrat dan Kanjeng Pangeran Aryo Singonagoro di depan Sekretariat Panembahan Agung. Keduanya adalah juru bicara dari putra sawargo sandhap sampeyan dalem ingkang sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIII, yaitu Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Purbaya," kata Kanjeng Pakoenegoro.

Menurut Pakoenegoro, langkah yang diambil oleh Gusti Tedjowulan ini merupakan sebuah penegasan sikap. Sikap tersebut diambil sebagai upaya untuk merangkul semua pihak yang berkepentingan dengan Keraton Solo.

Pakoenegoro menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan simbol dari posisi netral yang dipegang oleh Gusti Tedjowulan. Hal ini penting dilakukan mengingat situasi dualisme yang sedang terjadi di internal Keraton Solo saat ini.

"Ini menunjukkan netralitas Gusti Tedjowulan dalam merangkul semua pihak demi kebaikan dan masa depan Keraton," ucap juru bicara tersebut.

Namun, klarifikasi mengenai pertemuan tersebut datang berbeda dari pihak utusan KGPH Purbaya. Juru bicara mereka, KPA Singonagoro, memberikan keterangan yang mengindikasikan pertemuan itu terjadi secara kebetulan.