JAKARTA – Masalah tidur yang tidak nyenyak atau kurang berkualitas menjadi keluhan yang semakin sering dihadapi masyarakat modern saat ini.
Padahal, tidur merupakan salah satu kebutuhan fundamental yang memengaruhi kualitas hidup dan performa tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kurangnya kualitas tidur bukan sekadar masalah rasa kantuk, melainkan kondisi yang berpotensi memicu gangguan kesehatan serius, baik secara fisik maupun mental.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang secara konsisten kurang tidur akan mengalami penurunan fungsi otak.
Hal ini berdampak langsung pada melemahnya daya pikir, tingkat konsentrasi, hingga kemampuan profesional saat bekerja.
Secara medis, gangguan tidur kronis meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang berbahaya.
Seseorang yang kesulitan tidur nyenyak memiliki risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, diabetes, obesitas, hingga kanker.
Oleh karena itu, meningkatkan kualitas tidur menjadi langkah krusial bagi setiap individu yang menginginkan hidup lebih sehat.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Gramedia, durasi tidur ideal bagi orang dewasa umumnya berkisar antara 7 hingga 9 jam per malam.