BOGORPLUS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) baru-baru ini mengumumkan temuan signifikan mengenai peningkatan aktivitas titik panas di wilayah tersebut. Deteksi ini mencakup sebanyak 399 hotspot yang teridentifikasi selama periode 1 hingga 13 Juni 2026.
Kenaikan jumlah hotspot ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dan menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat. Peningkatan ini sangat kontras bila dibandingkan dengan data pemantauan pada bulan sebelumnya, yaitu Mei 2026, di mana hanya terdeteksi sebanyak 129 titik panas.
Kenaikan signifikan sebaran titik panas di berbagai kabupaten dan kota di Sumsel ini telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang berdasarkan pembaruan basis data pemantauan terkini. Data menunjukkan adanya peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memerlukan respons cepat.
"Berdasarkan data pemantauan yang dihimpun hingga 13 Juni 2026, 399 hotspot tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumsel. Terbanyak di Muara Enim 106 titik," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, pada Minggu (14/6/2026).
Peta sebaran menunjukkan bahwa Kabupaten Muara Enim menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, mencatat 106 titik panas selama periode awal Juni tersebut. Data ini menjadi indikator utama bagi fokus pengawasan dan patroli intensif oleh BPBD dan instansi terkait.
Selain Muara Enim, kabupaten lain yang juga mencatat angka tinggi antara lain Lahat dengan 62 titik, Musi Banyuasin 42 titik, Ogan Komering Ilir 34 titik, dan Musi Rawas Utara dengan 31 titik panas. Wilayah Musi Rawas mencatat 27 titik, sementara Penukal Abab Lematang Ilir memiliki 21 titik.
"Sepanjang Juni ini, hanya Pagar Alam dan Palembang yang nihil terpantau hotspot," kata Sudirman, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel.
Secara akumulatif, total hotspot yang terdeteksi di Sumatera Selatan sejak awal tahun 2026 hingga 13 Juni 2026 telah mencapai angka 1.493 titik. Puncak tertinggi akumulasi hotspot sejauh ini terjadi pada bulan Mei dengan temuan mencapai 708 titik panas.
Muara Enim juga memimpin akumulasi tertinggi secara keseluruhan dengan total 301 titik panas, diikuti oleh Lahat (283 titik), Musi Banyuasin (167 titik), Musi Rawas Utara (150 titik), dan Musi Rawas (128 titik). Titik terendah tercatat di Pagar Alam, yakni hanya 4 titik sejak Januari.






.png)