bogorplus.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Hantavirus, penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menjelaskan bahwa Hantavirus dapat menyebar melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terhirup bersama debu di udara.
"Virus Hanta merupakan penyakit yang perlu diwaspadai. Masyarakat harus meningkatkan kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan kotoran maupun sarang tikus untuk mencegah penularan," ujar dr. Fusia kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, warga diminta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus tersebut.
Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, tubuh lemas, mual, muntah, nyeri perut, batuk, hingga sesak napas.
"Jangan menunda pemeriksaan jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Virus Hanta. Penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih berat," tegasnya.
Dinkes Kabupaten Bogor juga mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah preventif secara rutin.
Langkah-langkah tersebut mencakup menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke dalam bangunan, serta menyimpan makanan dalam wadah tertutup.
Selain itu, warga dianjurkan rutin membersihkan saluran air dan area sekitar tempat tinggal.






.png)