BOGORPLUS.ID - Sebuah bangunan yang didirikan di atas trotoar Jalan Ambon, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, menarik perhatian publik baru-baru ini karena diduga mengokupasi fasilitas pejalan kaki. Bangunan tersebut sempat menjadi perbincangan luas di media sosial dan masyarakat setempat.

Fungsi bangunan tersebut akhirnya terungkap setelah otoritas Rukun Warga (RW) setempat memberikan keterangan resmi pada Minggu (14/6/2026). Bangunan itu ternyata bukan garasi pribadi, melainkan digunakan sebagai tempat penyimpanan motor pengangkut sampah lingkungan yang dikenal sebagai Triseda.

Anne Rahadi, Ketua RW 06 Kelurahan Citarum yang berusia 67 tahun, angkat bicara untuk meluruskan kesalahpahaman mengenai pendirian struktur tersebut. Ia menegaskan bahwa bangunan itu tidak didirikan untuk kepentingan pribadi atau sebagai garasi mobil.

Dilansir dari Detikcom, Anne Rahadi menyatakan keterkejutannya saat mengetahui isu tersebut menyebar luas di kalangan warga. "Saya tidak pernah bermaksud membuat bangunan, apalagi di atas trotoar itu apalagi untuk kepentingan pribadi untuk garasi mobil," ungkapnya pada Minggu (14/6/2026).

Ketua RW tersebut mengakui bahwa pada Sabtu (13/6/2026), sebuah kendaraan roda empat sempat diparkir di dalam area tersebut. Namun, hal itu dilakukan hanya sebagai solusi sementara karena halaman rumahnya yang juga berfungsi sebagai kafe sedang penuh dengan kapasitas parkir.

"Karena di sini penuh, ada ada anak saya datang sama teman-temannya, mobil itu keluar. Tapi parkir di luar itu juga kondisinya penuh, makanya sama Linmas saya itu dimasukkan dulu ke dalam garasi itu. Itu saya bangun, itu ke peruntukan untuk menyelamatkan Triseda supaya bisa terawat," jelas Anne Rahadi.

Inisiatif pembangunan tempat penyimpanan tersebut murni berasal dari swadaya masyarakat demi menjaga aset kebersihan lingkungan. Anne Rahadi menjelaskan bahwa pembangunan itu didorong oleh pengalaman pahit sebelumnya terkait kerusakan dan kehilangan suku cadang Triseda.

Ia menambahkan, "Karena apa? Saya punya pengalaman pribadi. Waktu beberapa tahun yang lalu dikasih Triseda itu hancur-lebur. Karena satu tidak ada perawatan, panas, hujan, kehujanan. Ketika dicolong spare part-nya. Makanya itu bangunan itu saya bangun atas swadaya, saya minta bantuan dari warga untuk menyelamatkan Triseda, untuk menyimpan peralatan apapun yang saya ajukan dari dari kelurahan untuk kepentingan kebersihan lingkungan RW 06 ini," bebernya.

Pengurus lingkungan menyatakan kesiapan penuh untuk mengikuti arahan penertiban dari pihak berwenang mengenai bangunan yang melanggar tata ruang tersebut. Kendati demikian, mereka juga menghadapi kendala serius terkait ketersediaan lahan untuk sarana prasarana lingkungan.