BOGORPLUS.ID - Tiga peristiwa penting di Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menarik perhatian luas masyarakat sepanjang satu minggu terakhir. Kejadian tersebut mencakup isu mengenai potensi penggusuran fasilitas pendidikan di Ende, kasus tragis di Manggarai Timur, serta insiden penikaman yang melibatkan aparat di Labuan Bajo.

Rangkaian insiden menonjol ini telah dirangkum dalam tinjauan mingguan, memicu respons publik yang besar terhadap perkembangan penanganan setiap kasus. Masyarakat secara aktif memantau bagaimana otoritas setempat menangani persoalan yang muncul di wilayah mereka.

Salah satu isu yang memicu kegaduhan adalah viralnya video alat berat dan personel TNI di sekitar SDN Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende. Sekolah tersebut dikabarkan terancam digusur demi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Linus Lusi, memberikan pernyataan tegas mengenai isu penggunaan lahan tersebut. Beliau menekankan bahwa pembangunan fasilitas ekonomi tidak boleh sampai merusak aset pendidikan yang sudah ada dan terbangun.

"Pembangunan KDMP tidak boleh mengorbankan fasilitas pendidikan," tegas Linus Lusi, menyarankan pemerintah daerah setempat untuk segera mencari lokasi alternatif jika pembangunan tersebut dipastikan mengganggu aset sekolah.

Dugaan masalah ini muncul karena adanya komunikasi awal yang kurang baik dalam penentuan lokasi proyek tersebut. Kapolsek Ende, Iptu Mahmud Deran, mengungkapkan bahwa penunjukan lokasi pembangunan diduga dilakukan sepihak oleh kepala desa tanpa melibatkan manajemen sekolah.

Menanggapi kehebohan tersebut, pihak Kodam IX/Udayana segera memberikan klarifikasi resmi terkait keberadaan alat berat di area sekolah. Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution, menjelaskan bahwa tidak ada agenda penggusuran bangunan sekolah yang direncanakan.

"Ekskavator saat itu sekadar melintas menuju titik pembangunan KDMP yang berada di area belakang sekolah," jelas Kolonel Inf Amrizal Nasution, menambahkan bahwa penyesuaian teknis terpaksa dilakukan karena akses jalan yang tersedia sangat sempit.

Sementara itu, masyarakat Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, dikejutkan dengan penemuan dua jenazah dalam satu rumah. Korban yang ditemukan adalah seorang ayah berinisial YD (34) dan anak laki-lakinya berinisial AD.