bogorplus.id– Rencana keberangkatan 2.500 jamaah haji asal Kabupaten Bogor terancam tertunda menyusul memanasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).
Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait penundaan penerbangan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bogor, Muslimin, memastikan pihaknya masih menunggu kepastian dari maskapai penerbangan dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPUU).
“Ya insya Allah,” ujar Muslimin singkat saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Muslimin menjelaskan, jadwal keberangkatan jamaah haji kloter pertama direncanakan pada Rabu, 22 April 2026.
Sementara kloter kedua dijadwalkan berangkat pada Kamis, 7 Mei 2026.
Namun, potensi penundaan bisa terjadi apabila maskapai yang digunakan memutuskan menghentikan sementara operasional penerbangan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia menegaskan, tidak semua maskapai menghentikan penerbangan. Karena itu, peluang keberangkatan tetap terbuka.
“Tapi kalau maskapainya tetap melakukan penerbangan, insya Allah tidak ada jamaah yang terdampak, karena tidak semua maskapai menunda atau membatalkan penerbangannya,” jelasnya.