BOGORPLUS.ID - PT Pindad saat ini sedang gencar menyiapkan sebuah proyek besar terkait pengembangan mobil nasional. Proyek ini diprioritaskan untuk dilaksanakan di Subang, Jawa Barat, dengan fokus utama pada pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang sangat tinggi.

Inisiatif strategis ini dilaksanakan pada hari Rabu (10/6/2026) dan bertujuan fundamental untuk memperkuat struktur industri manufaktur otomotif di tingkat domestik Indonesia. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada komponen impor.

Kementerian Perindustrian secara aktif mendorong agar kendaraan yang sedang dirancang oleh perusahaan milik negara (BUMN) ini mampu menunjukkan nilai lokalisasi komponen yang jauh melampaui capaian produk otomotif yang sudah ada di pasar saat ini.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa evaluasi persentase komponen lokal selalu menjadi sorotan utama dalam setiap kunjungannya ke fasilitas produksi manufaktur.

"Kalau saya mengunjungi pabrik-pabrik, pabrik-pabrik apa pun itu, pasti yang saya tanya TKDN-nya berapa persen. Mobil listrik kita rata-ratanya TKDN-nya 30 sampai 70 persen. Walaupun memang nanti kita harapkan mobnas yang sekarang sedang didesain oleh Pindad itu akan memiliki nilai TKDN yang lebih tinggi," ujar Agus dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI pada hari sebelumnya.

Rencana penguatan industri otomotif nasional ini sangat selaras dengan visi jangka panjang pemerintah terkait upaya mewujudkan kemandirian dalam produksi kendaraan di berbagai segmen sektor transportasi.

Presiden Prabowo Subianto juga telah menekankan pentingnya industrialisasi mandiri dan hilirisasi sumber daya agar Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai target pasar bagi produk-produk manufaktur dari negara lain.

"Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil sendiri, kita harus bikin motor sendiri, kita harus bikin televisi komputer handphone kita sendiri. Kita tidak boleh hanya dari pasar untuk pasar lain," tegas Prabowo dalam beberapa kesempatan berbicara mengenai arah pembangunan bangsa.

Realisasi dari proyek strategis nasional ini ditinjau langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melalui kunjungannya ke fasilitas manufaktur otomotif terintegrasi yang berlokasi di Subang.