bogorplus.id– Sebanyak 2.189 warga di Desa Nagrak, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut.

Merespons kondisi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan sebanyak 15.000 liter air bersih.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menjelaskan bahwa krisis air bersih ini berdampak pada dua wilayah, yakni Kampung Cibedug Mayak dan Kampung Cibedug Raden.

Secara rinci, terdapat 369 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.389 jiwa di Kampung Cibedug Mayak yang terdampak.

Sementara di Kampung Cibedug Raden, dampak kekeringan dirasakan oleh 284 KK atau sekitar 800 jiwa.

"Total warga yang terdampak mencapai 653 kepala keluarga atau sekitar 2.189 jiwa. Kami telah mengirimkan satu unit armada tangki dengan kapasitas 15.000 liter air bersih ke lokasi tersebut," ujar Adam saat dihubungi pada Rabu (8/7/2026).

Menurut Adam, bencana kekeringan ini dipicu oleh penurunan curah hujan yang drastis akibat anomali iklim.

Fenomena tersebut menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya, sehingga cadangan air tanah menyusut dan membuat sumur-sumur warga mengering.

"Di Desa Nagrak, khususnya di Kampung Cibedug Mayak dan Cibedug Raden, hampir semua sumur warga sudah kering. Sebelum bantuan tiba, warga terpaksa mencari air ke aliran Sungai Cikeas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," tambahnya.