BOGORPLUS.ID - Apa yang terjadi adalah peretasan pada akun Instagram resmi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, dengan nama pengguna @pemkab_blitar. Insiden ini menyebabkan akun yang seharusnya menjadi kanal informasi publik tersebut diambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Peretasan ini segera diketahui karena akun tersebut mulai digunakan untuk menyebarkan konten komersial yang tidak relevan dengan fungsi pemerintahan. Konten yang diunggah berupa penawaran jual beli berbagai gawai bermerek iPhone hingga logam mulia berupa emas batangan.

Siapa yang menjadi korban adalah Pemerintah Kabupaten Blitar, yang kini tengah berupaya memulihkan kendali atas aset digital mereka. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kabupaten Blitar menjadi garda terdepan dalam penanganan krisis keamanan siber ini.

Kapan insiden ini mulai teridentifikasi adalah sejak dini hari pada hari Sabtu, 20 Juni 2026, setelah adanya laporan yang masuk. Saat ini, upaya pemulihan sedang berlangsung intensif untuk mendapatkan kembali hak akses akun tersebut.

Bagaimana peretasan ini terungkap adalah melalui unggahan promosi yang terpantau publik. Berdasarkan penelusuran, terdapat setidaknya tiga unggahan yang menampilkan promosi iPhone dan emas batangan yang telah diunggah sekitar 14 jam sebelum berita ini diterbitkan.

Di mana hal ini terjadi secara spesifik adalah pada platform media sosial Instagram, yang merupakan salah satu saluran komunikasi resmi Pemkab Blitar. Meskipun unggahan promosi tersebut masih terlihat, pelaku telah menonaktifkan fitur kolom komentar pada ketiga kiriman tersebut.

Mengapa ini menjadi perhatian utama adalah karena akun tersebut merupakan saluran resmi untuk penyiaran informasi publik bagi masyarakat Kabupaten Blitar. Pengambilalihan akun ini berpotensi mengganggu penyebaran informasi penting dari pemerintah daerah.

Kepala Dinas Kominfotiksan Kabupaten Blitar, Agung Wicaksono, mengonfirmasi insiden peretasan tersebut saat dimintai keterangan. "Benar (diretas), kami sudah menerima laporan. Saat ini sedang dilakukan pembaharuan dan penanganan, staf kami masih terus berupaya untuk mengambil alih akses akun itu kembali," terangnya saat dikonfirmasi Detikcom, Sabtu (20/6/2026).

Lebih lanjut, Agung Wicaksono menjelaskan langkah cepat yang telah diambil oleh pihaknya. "Agung menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat dengan melakukan koordinasi bersama tim internal serta instansi terkait lainnya," jelasnya.