BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Ahmad Yani Km 10, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (20/6) siang dan sempat menimbulkan kepulan asap tebal yang menyelimuti area sekitar.
Peristiwa ini diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan secara tidak terkendali di lokasi tersebut. Kobaran api dilaporkan mulai terlihat dan dengan cepat menyebar ke area vegetasi yang kering.
Informasi mengenai kebakaran ini pertama kali diterima oleh tim relawan yang bertugas di lapangan. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pos Komando Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat pada pukul 11.15 WIB.
Sebelum armada pemadam utama tiba, tiga personel dari Relawan Huma Singgah Itah bersama satu anggota TRC BPBD telah melakukan upaya pemadaman awal. Mereka menggunakan alat seadanya seperti kepyok untuk menahan laju penyebaran api.
Setelah petugas pemadam tiba, dua unit mobil tangki penyuplai air segera dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Upaya pemadaman ini merupakan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk personel gabungan dari BPBD, Tagana, Relawan Huma Singgah Itah, MPA Tabur Kelurahan Baru, serta bantuan dari warga setempat.
Salah satu kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah minimnya pasokan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Meskipun demikian, pasokan air yang dibawa oleh mobil tangki milik BPBD memungkinkan proses penanganan tetap berjalan secara maksimal di atas lahan yang kondisinya sangat kering.
Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, menjelaskan bahwa faktor cuaca panas sangat mempercepat perluasan kebakaran. "Api dengan cepat merambat ke lahan yang dipenuhi semak kering dan material mudah terbakar sehingga penyebarannya sulit dikendalikan," ujar Andan Santana, Sabtu (20/6/2026) sore.
Andan Santana juga menambahkan bahwa area yang terbakar didominasi oleh lahan gambut tipis dan tanah mineral yang ditumbuhi vegetasi semak belukar yang sudah mengering. "Cuaca panas dengan kondisi lahan yang kering turut mempercepat penyebaran api. Area yang terbakar didominasi lahan gambut tipis dan mineral dengan vegetasi berupa steking serta semak belukar yang telah mengering," ujar Andan Santana.
Setelah bekerja keras selama beberapa jam, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan secara total pada pukul 15.00 WIB. "Setelah berjibaku selama beberapa jam, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB," kata Andan Santana.






.png)