bogorplus.id– Sebanyak 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pada Jumat, (19/6). 

Pelantikan ini disebut sebagai bagian dari upaya penyegaran birokrasi sekaligus percepatan pengisian posisi strategis yang masih kosong.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan bahwa rotasi dan mutasi merupakan prosedur yang lazim dalam struktur organisasi pemerintahan.

“Penyegaran organisasi perlu dilakukan, dan beberapa jabatan yang masih kosong kami upayakan secepatnya segera terisi, untuk penyegaran birokrasi sekaligus mempercepat pengisian sejumlah posisi strategis yang belum terisi,” ujar Rudy kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Lebih lanjut, Rudy mengungkapkan bahwa Pemkab Bogor akan menerapkan mekanisme baru dalam proses pengisian jabatan strategis mulai pekan depan.

Mekanisme tersebut adalah penerapan open bidding (seleksi terbuka) dan asesmen.

Kebijakan ini tidak hanya akan diterapkan untuk pengisian jabatan Eselon II, tetapi juga akan diperluas untuk Eselon III dan IV di berbagai perangkat daerah.

Menurut Bupati, kebijakan ini bertujuan menjaring ASN terbaik dari lebih dari 40 ribu pegawai yang tersebar di kecamatan, kelurahan, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kabupaten Bogor.

“Kami yakin banyak ASN yang memiliki potensi besar. Tugas kami adalah mencari dan menempatkan mereka pada posisi yang tepat sesuai kemampuan dan kompetensinya,” ungkap Rudy.