bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi menjadikan Desa Bojonggede sebagai lokasi percontohan atau pilot project digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Uji coba perdana dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, pada Selasa (30/1).
Sebanyak 200 warga Desa Bojonggede dilayani untuk didata dan diverifikasi ulang dalam aplikasi Perlinsos.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan penyaluran bansos yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran.
Ketua Tim Pengelolaan Data Kemiskinan Daerah Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Ferry Ando, menjelaskan bahwa tahap awal ini fokus pada verifikasi ulang terhadap penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah terdaftar (existing).
"Melalui aplikasi ini kami melakukan verifikasi ulang terhadap penerima bantuan sosial untuk mengetahui apakah mereka masih memenuhi syarat sebagai penerima bansos atau tidak. Hasil pengecekan dapat diketahui secara langsung," ujar Ferry.
Proses verifikasi dimulai dengan pengecekan kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Bagi warga yang membawa telepon seluler, aktivasi IKD dilakukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sebelum data diverifikasi di Portal Perlinsos.
Bagi warga yang tidak membawa atau tidak memiliki ponsel, petugas atau agen telah disiapkan untuk memfasilitasi proses verifikasi.






.png)