bogorplus.id– Polisi masih menyelidik informasi yang beredar terkait adanya dugaan gas bocor di PT Antam di wilayah Bogor Barat.
Informasi itu tersebar di banyak grup whatsapp dengan narasi ratusan pegawai PT Antam terjebak, bahkan ada korban jiwa.
Tak hanya itu, informasi dari pesan berantai menyatakan keracunan dari lubang tambang yang diperkirakan 700 orang meninggal di dalam lubang.
Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menyatakan, pihaknya sedaang berada di wilayah PT Antam bersama dengan perusahaan Antam untuk mendalami kejadian tersebut.
“Jadi kita juga di antam dengan antam kebetulan kita masih menunggu dari antam juga, kita ga bisa masuk ke dalam masih ada asap,”ujarnya.
Ia menambahkan, belum dapat memastikan kejadian luar biasa tersebut karena gas beracun maupun tanah longsor.
“Belum tentu gas beracun, belum tentu, kalau yang jelas bukan longsor bukan dan bukan karyawan antam,” tambahnya.
Kata dia, saat ini pihaknya masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan jumlah korban tersebut yang tersiar di pesan berantai via Whats App.
“Belum kita juga msh di antam ini sama antam. nunggu (laporan) dari pihak antamnya, ini memastikannya ke sana jauh juga,” kata dia.