BOGORPLUS.ID - Bencana banjir rob yang bersifat musiman kini telah menunjukkan dampak jangka panjangnya di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, di mana genangan air laut pasang telah merendam permukiman warga selama satu bulan penuh hingga hari Selasa, 23 Juni 2026.
Kondisi yang berlangsung tanpa henti ini mulai menimbulkan dampak serius terhadap aspek kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir tersebut.
Air laut pasang tersebut diketahui secara rutin merendam area rumah penduduk, biasanya terjadi pada siang hari hingga menjelang sore hari, sebelum kemudian surut kembali saat pagi hari.
Selain kerusakan pada perabotan rumah tangga akibat kelembaban dan air asin, lingkungan yang kotor akibat genangan berkepanjangan memicu peningkatan kasus penyakit kulit serta gangguan signifikan pada pola tidur warga.
Seorang warga setempat bernama Suparno (60) mengungkapkan kegelisahannya yang mendalam akibat ancaman banjir rob yang terus menerus menghantui kediaman mereka dan mengganggu waktu istirahat seluruh keluarganya.
"Airnya kayak gini susah juga, kalau bisa pemerintah mengutamakan lah, agar warga tidak gelisah, mau tidur tidak bisa," jelas Suparno mengenai kondisi psikologis yang dialami warga.
Kondisi fisik warga kini dilaporkan mulai menurun karena keharusan membersihkan rumah setiap pagi setelah air surut, hanya untuk menghadapi genangan yang kembali datang pada siang harinya.
Suparno juga menyoroti kelelahan fisik yang dialami akibat aktivitas pembersihan yang berulang tanpa jeda, "Capek, sakit gatal-gatal, sama lelah bukan main, gara-gara membersihkan sisa banjir ini, pagi dibersihkan siang datang lagi. Malam di rumah masih basah," ungkap Suparno.
Dilansir dari Detikcom, situasi ini menuntut perhatian lebih lanjut dari pihak berwenang mengingat berlangsungnya bencana musiman ini telah memasuki periode yang cukup panjang.






.png)