bogorplus.id– Semangat hijau kembali mengalir di Kecamatan Cigombong. KTH Alam Kiwari Lestari, pemuda karang taruna, komunitas lingkungan, hingga berbagai elemen masyarakat menggelar aksi nyata melalui penanaman ribuan pohon bambu.

  1. Gerakan bertajuk “Pemuda Leuweung Hejo” ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem, menjaga sumber air, dan mengurangi risiko bencana di kawasan rawan.

    Program penanaman difokuskan pada bantaran sungai, lahan kosong, serta titik-titik rawan longsor yang selama ini menjadi perhatian di sejumlah desa.

    Bambu dipilih karena memiliki akar kuat dan rapat, sehingga efektif menahan erosi, memperkokoh struktur tanah, serta menjaga ketersediaan air.

    Selain itu, bambu dikenal mampu menyerap CO₂ lebih tinggi dibanding banyak pohon lain, sehingga turut memperbaiki kualitas udara.

    Gerakan ini terinspirasi dari komitmen pelestarian lingkungan yang kerap digaungkan tokoh pemerhati alam,Kang Dedi Mulyadi.

    Ia mendorong masyarakat untuk menanam bambu di hulu, hilir, dan area kritis daerah aliran sungai. Semangat itu pun memantik pemuda Cigombong untuk bergerak mandiri dan berkelanjutan memulihkan lingkungan mereka.

    Ketua pelaksana kegiatan, Aban Sudrajat, menegaskan bahwa bambu bukan hanya bermanfaat bagi alam, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

    “Bambu itu sajuta manfaat. Selain menjaga alam, bambu membuka peluang ekonomi—mulai dari kerajinan, bahan bangunan, hingga berbagai produk turunan yang bisa memberdayakan masyarakat lokal. Penanaman ini bukan hanya menjaga lingkungan, tapi juga menyiapkan masa depan,” ujarnya, Senin (8/12).