BOGORPLUS.ID - Sejumlah siswa dan siswi tingkat SMA/K mengikuti kegiatan edukasi mengenai pentingnya literasi komunikasi dan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) di media sosial. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kecakapan digital ini diselenggarakan di Aula SMK Negeri 48 Jakarta pada Rabu (25/10/2023).

Acara ini diinisiasi oleh tim pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi guna memberikan pemahaman mendalam mengenai etika berkomunikasi di dunia maya. Para pelajar diberikan pembekalan agar mampu memilah informasi dan menyampaikannya secara santun serta persuasif kepada publik.

"Kemampuan public speaking di era digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi generasi muda agar dapat menyebarkan konten positif dan menghindari penyebaran hoaks," ujar Santi Paramitha selaku Ketua Pelaksana Kegiatan. Beliau menambahkan bahwa etika komunikasi harus ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah.

Dalam sesi pelatihan tersebut, para peserta diajarkan teknik dasar berbicara, mulai dari pengaturan intonasi suara, bahasa tubuh, hingga cara mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan kamera. Selain teori, para siswa juga langsung mempraktikkan pembuatan konten video pendek yang edukatif secara berkelompok.

"Kami sangat mengapresiasi program ini karena membantu anak didik kami untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial sekaligus melatih mental kepemimpinan mereka," kata Rian Adrianto selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 48 Jakarta. Ia berharap kegiatan serupa dapat rutin digelar demi masa depan siswa.

Antusiasme tinggi terlihat dari keaktifan para siswa selama sesi tanya jawab berlangsung mengenai tantangan berkomunikasi di dunia digital. Banyak peserta yang berkonsultasi mengenai cara menghadapi komentar negatif dari warganet secara bijak tanpa memicu konflik baru.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengaruh positif di platform digital mereka masing-masing. Dikutip dari Kumparan, kegiatan literasi ini diharapkan dapat terus berlanjut ke berbagai sekolah lain demi menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bisnismarket. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.