bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan pasar karbon sebagai langkah strategis mewujudkan pembangunan berbasis ekonomi hijau.

Inisiatif ini dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemkab Bogor dan PT TUV Rheinland Indonesia di Cibinong, Senin (20/7).

Dalam rapat tersebut, PT TUV Rheinland Indonesia memaparkan skema perdagangan karbon nasional yang terhubung dengan Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) dan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Kabupaten Bogor dinilai memiliki potensi besar untuk menerapkan Community Based Tree Planting Carbon Program, sebuah program penanaman pohon berbasis masyarakat yang berpeluang menghasilkan nilai ekonomi dari penyerapan emisi karbon.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa Pemkab Bogor sejauh ini telah menjalankan aksi penghijauan secara masif dan terstruktur.

Hingga kini, tercatat sekitar 45 ribu pohon telah berhasil ditanam di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

“Fokus kami adalah membangun sistem penanaman yang terdata dan berkelanjutan. Potensi perdagangan karbon melalui IDX Carbon merupakan nilai tambah yang dapat kita kembangkan di masa mendatang,” ujar Rudy.

Rudy menegaskan bahwa program penghijauan tidak hanya ditujukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, melainkan juga dirancang agar memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat lokal.

Guna merealisasikan target tersebut, ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk segera berkolaborasi dengan PT TUV Rheinland Indonesia dalam melakukan pemetaan lahan, inventarisasi vegetasi, serta penyusunan roadmap pasar karbon.