bogorplus.id— Krisis air bersih akibat fenomena El Nino semakin meluas di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Hingga Rabu (22/7/2026), tercatat sebanyak 71.079 jiwa atau 20.852 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 53 desa pada 21 kecamatan mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengungkapkan bahwa Kecamatan Babakan Madang menjadi wilayah dengan tingkat kekeringan terparah.
Sementara itu, populasi warga terdampak terbanyak berada di Kampung Jampang, Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, yang mencapai 765 KK atau 2.545 jiwa.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bogor terus memperluas jangkauan distribusi air bersih ke berbagai titik krisis.
Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi dampak puncak musim kemarau yang diprakirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada akhir Agustus 2026.
Adam memaparkan, terhitung sejak 10 Juni hingga 21 Juli 2026, pihak BPBD telah menyalurkan sebanyak 586.000 liter air bersih atau setara 120 rit pengiriman ke 127 titik lokasi terdampak.
"Distribusi air bersih akan terus kami perluas seiring bertambahnya wilayah yang mengalami kekeringan selama musim kemarau ini," ujar Adam saat dihubungi, Rabu (22/7/2026).
Diberitakan sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk bergerak cepat melakukan mitigasi agar krisis tidak semakin meluas.






.png)