BOGORPLUS.ID - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung telah memberikan jaminan penuh mengenai ketersediaan stok babi yang aman menjelang perayaan Hari Raya Galungan. Ketersediaan ini sangat krusial mengingat tingginya kebutuhan masyarakat Badung selama masa perayaan keagamaan tersebut.
Pihak Disperpa memproyeksikan bahwa kebutuhan total babi di Kabupaten Badung selama periode Galungan akan mencapai angka signifikan, yaitu diperkirakan sebanyak 2.413 ekor. Estimasi kebutuhan ini didasarkan pada tren pemotongan hewan ternak babi dari perayaan Galungan tahun-tahun sebelumnya.
Untuk menjamin keamanan konsumsi, pemerintah daerah setempat mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari 172 petugas pengawas. Langkah intensif ini diambil untuk memantau langsung kondisi kesehatan ternak yang akan dipotong dan didistribusikan kepada masyarakat.
Fokus utama dari pengawasan ini adalah mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus African Swine Fever (ASF) yang dapat mengancam kesehatan ternak. Tim gabungan ini juga bertugas memastikan bahwa seluruh pasokan yang beredar memenuhi standar kelayakan konsumsi yang ditetapkan pemerintah.
Personel yang diterjunkan terdiri dari 72 petugas inti dari dinas terkait dan 100 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (FKH Unud). Kolaborasi antara instansi pemerintah dan akademisi ini diharapkan dapat memperkuat jangkauan pengawasan di lapangan.
Kegiatan pencegahan difokuskan pada Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada para peternak mengenai bahaya virus ASF. Selain itu, petugas juga memberikan panduan mengenai penerapan biosekuriti yang ketat serta mendistribusikan cairan desinfektan untuk kandang ternak.
"Nanti ada sebanyak 172 personel gabungan akan turun ke lapangan pada 14-16 Juni 2026 mendatang untuk memastikan kesehatan babi. Petugas kami terus melakukan edukasi kepada peternak terkait ASF, termasuk pentingnya biosekuriti dan desinfeksi untuk mencegah penyebaran penyakit," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Pangan Badung, drh. I Gusti Ngurah Narendra Putra, Senin (8/6/2026).
Kepastian stok ini didukung oleh banyaknya populasi peternak babi yang aktif di Badung, baik yang berskala besar maupun peternak mandiri di tingkat rumah tangga. Hal ini menjadi modal kuat dalam memenuhi permintaan tinggi saat hari raya.
"Sementara untuk stok babi di Badung, kita pastikan aman, mengingat di Badung banyak peternak-peternak babi, termasuk banyak warga juga yang memelihara babi. Estimasi tersebut mengacu pada jumlah pemotongan babi saat Galungan sebelumnya yang mencapai 2.413 ekor," beber Narendra.





