BOGORPLUS.ID - Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyuarakan keprihatinannya terkait tren kenaikan angka stunting di wilayahnya pada tahun 2026 ini. Kenaikan ini terjadi meskipun Kabupaten Sanggau telah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama lebih dari satu tahun penuh.
Perhatian khusus ini muncul karena program MBG seharusnya memberikan dampak signifikan dalam perbaikan status gizi anak-anak di Sanggau. Kondisi yang berlawanan ini memicu perlunya kajian mendalam mengenai efektivitas implementasi program di lapangan.
Program MBG di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, secara resmi dimulai pada tanggal 17 Februari 2025. Namun, data terbaru dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau menunjukkan belum adanya penurunan signifikan pada kasus stunting akibat program tersebut.
Data prevalensi menunjukkan bahwa angka stunting sempat menurun pada tahun 2025, namun kembali mengalami kenaikan pada periode triwulan pertama tahun 2026. Angka di tahun 2024 tercatat sebesar 21,48 persen, lalu turun ke 20,50 persen di tahun 2025.
Kenaikan yang mengkhawatirkan terlihat pada triwulan I 2026, di mana prevalensi stunting melonjak menjadi 21,82 persen. Kenaikan ini berarti terjadi peningkatan sebesar 1,32 persen dibandingkan dengan catatan tahun sebelumnya.
Susana Herpena menegaskan bahwa peningkatan angka stunting ini menjadi fokus utama perhatian Pemerintah Daerah. Hal ini sangat kontras mengingat salah satu tujuan inti dari pelaksanaan program MBG adalah menekan prevalensi stunting secara nasional.
"Di tahun 2025 kita mendapat prestasi dalam penanganan stunting dengan posisi kedua se-Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak. Kalau kita lihat trennya di tahun 2026 ini ada peningkatan kasus, ini anomali menurut saya," ujar Susana pada hari Selasa (9/6/2026).
Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Sanggau tetap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program MBG yang merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Namun, Susana menekankan pentingnya adanya perbaikan strategis agar program tersebut lebih tepat sasaran dan efektif.
Susana, yang juga memegang amanat sebagai Ketua Satgas Percepatan Program MBG Kabupaten Sanggau, menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi ini akan mencakup program MBG secara keseluruhan serta strategi penanganan stunting yang telah diterapkan.





