BOGORPLUS.ID - PT Pindad secara resmi tengah mengembangkan proyek pembangunan pabrik mobil nasional yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Proyek ini merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat instalasi pertahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di sektor otomotif.

Proyek ambisius ini diproyeksikan memiliki kapasitas produksi yang sangat besar, yakni mampu menghasilkan hingga 300.000 unit kendaraan setiap tahunnya. Fasilitas manufaktur ini dibangun sebagai bagian dari upaya penguatan industri strategis negara.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan langsung untuk memantau perkembangan pembangunan pabrik tersebut di Subang pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan kawasan industri terintegrasi yang akan mendukung sektor ekonomi dan industri Indonesia.

Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menjelaskan bahwa pembangunan proyek strategis ini akan dibagi menjadi tiga fase utama. Tahapan pembangunan ini direncanakan akan berjalan secara bertahap dalam periode waktu antara tahun 2026 hingga 2028.

Pada fase awal pembangunan, PT Pindad telah menyiapkan lahan seluas 60 hektare untuk mulai mengoperasikan fasilitas produksi. Target kapasitas produksi pada tahap pertama ini adalah mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun hingga akhir tahun 2028.

Rencana jangka panjang pengembangan kawasan ini sangat masif, yaitu akan diperluas menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi seluas 539 hektare. Kapasitas produksi keseluruhan ditargetkan mencapai 300.000 unit kendaraan per tahun saat ekosistem ini beroperasi penuh.

"Rencana pengembangan kawasan industri otomotif terintegrasi yang pada tahap awal dibangun di atas lahan seluas 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan per tahun. Dalam jangka panjang, kawasan tersebut direncanakan berkembang menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi seluas 539 hektare dengan kapasitas produksi hingga 300.000 unit per tahun," demikian disampaikan melalui situs resmi Kementerian Pertahanan.

Pembangunan kawasan industri ini diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian lokal di wilayah Subang secara signifikan. Hal ini akan terwujud melalui peningkatan investasi, pertumbuhan industri pendukung, dan penyerapan tenaga kerja baru.

Diperkirakan, proyek pabrik mobil nasional ini akan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, dengan proyeksi penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 2.000 orang. Menteri Pertahanan juga meninjau langsung pusat rekayasa kendaraan dan fasilitas pengujian utama.