BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca untuk Kota Bandung pada hari Selasa, 23 Juni 2026, yang menunjukkan adanya dinamika suhu udara yang cukup mencolok sepanjang hari. Data terbaru menunjukkan bahwa suhu di wilayah tersebut akan berfluktuasi signifikan, berkisar dari suhu terendah hingga mencapai puncak 30 derajat Celsius pada tengah hari.
Perubahan suhu yang dramatis ini telah memicu diskusi di kalangan warga lokal, yang merasakan perbedaan suhu ekstrem antara malam dan siang hari. Pertanyaan mengenai fenomena ini, seperti "kenapa bandung dingin banget" dan "kenapa kalau malam dingin tapi siang panas", mulai ramai diperbincangkan di media sosial.
Dinamika atmosfer di Bandung Raya memang tercatat tinggi sejak dini hari, di mana pada pukul 01.30 waktu setempat, tekanan udara masih berada di angka 1014 mb dengan indeks UV yang sangat rendah yakni 0. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi atmosfer yang signifikan antara waktu dini hari dan siang hari.
Fakta mengejutkan lainnya adalah tingkat kelembapan awal di wilayah Bandung Raya yang tercatat sangat tinggi, mencapai 95 persen berdasarkan data per jam dari tengah malam hingga pagi hari. Tingginya kelembapan ini berdampak langsung pada jarak pandang yang dilaporkan terbatas, kurang dari 6 kilometer di beberapa titik.
Kecepatan angin pada pagi hari relatif pelan, bertiup dari arah Utara dengan kecepatan awal mencapai 1,7 kilometer per jam. Sementara itu, cakupan awan pada saat itu cukup tinggi, berkisar antara 14 persen hingga 86 persen sepanjang hari, yang turut memengaruhi suhu udara.
"Tingkat cakupan awan yang minim pada malam hari menyebabkan radiasi bumi terlepas ke atmosfer tanpa ada penghalang, sehingga memicu penurunan suhu yang signifikan," jelas salah satu kajian teknis BMKG. Ketika cakupan awan hanya 14 persen, pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung sangat cepat.
Sebaliknya, kondisi langit yang cerah tanpa tutupan awan pada siang hari memungkinkan indeks UV melonjak hingga angka 9,3, yang menyebabkan suhu terasa sangat terik dan menyengat. Variasi suhu yang lebar ini merupakan akibat langsung dari perubahan cakupan awan yang dinamis sepanjang hari.
Kondisi kelembapan tinggi hingga 95 persen pada pagi hari juga menjadi penyebab utama terbentuknya kabut tipis yang membatasi jarak pandang. "Tingginya kelembapan udara yang mencapai 95 persen pada pagi hari menyebabkan terbentuknya kabut tipis," demikian keterangan yang didapat dari pemantauan BMKG.
Dampak dari kelembapan tinggi ini adalah penurunan jarak pandang vertikal maupun horizontal hingga tersisa 2 kilometer di beberapa lokasi strategis di kota tersebut. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di pagi hari.






.png)