BOGORPLUS.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan pembaruan mengenai kondisi atmosfer di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, untuk hari ini, Selasa, 23 Juni 2026. Prakiraan menunjukkan bahwa wilayah tersebut akan didominasi oleh potensi hujan ringan yang terjadi secara sporadis sejak dini hari.
Kondisi cuaca yang fluktuatif ini menuntut perhatian khusus dari warga setempat agar selalu waspada terhadap perubahan mendadak di lingkungan sekitar. Peningkatan kelembapan udara yang signifikan menjadi salah satu faktor utama yang memicu kondisi atmosfer saat ini.
Informasi ini merupakan hasil pembaruan terakhir yang dilakukan oleh BMKG pada hari Senin, 22 Juni 2026, tepatnya pukul 23.30 waktu setempat. Data tersebut mencatat bahwa tekanan udara di kawasan hilir ini berada pada level 1011 milibar (mb).
Meskipun awan hujan mulai tampak menyelimuti langit Sidoarjo, kualitas udara secara umum masih terpantau bersih dan aman untuk berbagai aktivitas luar ruangan. Hal ini menjawab pertanyaan warga mengenai potensi hujan sepanjang hari.
Data per jam yang dirilis oleh BMKG mengonfirmasi adanya indikasi hujan lokal yang tidak merata, terutama di Kecamatan Sidoarjo dan area sekitarnya, dimulai sejak tengah malam hingga menjelang waktu subuh.
Suhu udara di Sidoarjo saat ini terpantau berada dalam kisaran stabil antara 22 hingga 23 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan rata-rata yang cukup tinggi, yaitu di atas 85 persen.
Pergerakan angin di wilayah tersebut didominasi berembus dari arah selatan-tenggara (SSE) dan selatan (S), dengan kecepatan yang relatif rendah. Hal ini menyebabkan indeks kenyamanan termal terasa sedikit lebih hangat, yakni sekitar 25 derajat Celsius sepanjang dini hari.
"Kecepatan angin yang relatif rendah ini memicu udara terasa sedikit lebih hangat daripada suhu aktual, di mana indeks kenyamanan atau thermal feel berkisar di angka 25 derajat Celsius sepanjang dini hari," demikian keterangan yang disampaikan oleh BMKG.
Aspek keselamatan transportasi juga menjadi perhatian utama, mengingat jarak pandang atau visibilitas terpantau berada di angka 9 hingga 10 kilometer. Penurunan visibilitas hingga 9 kilometer diperkirakan terjadi antara pukul 03.00 hingga 05.00 WIB karena tebalnya awan yang mencapai 75 hingga 79 persen.






.png)