BOGORPLUS.ID - Fenomena suhu dingin ekstrem atau yang dikenal sebagai bediding tengah melanda kawasan Malang Raya, dan kini menjadi perhatian serius bagi sektor peternakan di Kota Batu. Penurunan suhu drastis ini berpotensi besar memicu munculnya berbagai masalah kesehatan pada hewan ternak di wilayah tersebut.
Kontras dengan sektor pertanian dan perikanan yang dilaporkan relatif aman dari dampak suhu dingin ini, para peternak justru menghadapi tantangan signifikan dalam menjaga kesehatan kawanan mereka. Hal ini disampaikan menyusul pantauan kondisi cuaca yang terjadi pada Rabu (10/6/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Hendry Suseno, menjelaskan bahwa dampak dari suhu ekstrem ini berbeda-beda pada setiap komoditas yang dibudidayakan. Bagi sektor perikanan, kondisi yang sejuk justru memberikan keuntungan, namun situasi sebaliknya dihadapi oleh peternak.
"Kalau pertanian sama ikan itu aman. Ikan tambah adem tambah seneng. Tapi kalau ternak, itu banyak masalah," ujar Hendry Suseno, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.
Ancaman utama yang diidentifikasi oleh dinas terkait adalah meningkatnya kerentanan unggas serta anakan hewan ternak terhadap penyakit musiman yang dipicu oleh cuaca dingin. Selain ancaman infeksi virus, suhu yang terlalu rendah juga dapat menyebabkan ternak mengalami stres berat.
Stres akibat hipotermia dan penurunan metabolisme ini secara langsung berdampak pada penurunan kualitas dan kuantitas hasil produksi, baik itu daging, susu, maupun telur yang dihasilkan oleh peternak.
"Kalau unggas itu intinya virus, seperti kembung, flu, dan flu burung. Itu ada masalah setiap bediding. Kalau kambing, anakan (cempe) juga rawan mati," jelas Hendry Suseno, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.
Untuk mitigasi risiko, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu telah mengimbau para peternak agar segera menerapkan perawatan ekstra pada hewan mereka. Langkah mandiri yang disarankan meliputi pengaturan suhu kandang agar tetap hangat dan pemberian suplemen alami.
"Memang harus ada perlakuan kalau ternak. Gimana caranya kandangnya hangat, diompor (diberi perapian), terus ada vitamin, dan dikasih minuman jamu-jamu tradisional," imbuh Hendry Suseno, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.





