bogorplus.id - Rutin berolahraga adalah pilar utama dalam upaya mencapai tubuh yang bugar dan sehat. Aktivitas fisik yang teratur terbukti mampu mencegah berbagai penyakit, meningkatkan energi, memperbaiki kualitas tidur, membantu menjaga berat badan ideal, serta mendukung kesehatan mental.
Namun, di balik segudang manfaat tersebut, masih banyak mitos keliru seputar olahraga yang dipercayai masyarakat. Penerapan praktik berdasarkan mitos ini justru dapat menggagalkan harapan seseorang untuk mendapatkan bentuk tubuh yang diinginkan.
Berikut adalah enam mitos populer mengenai olahraga yang perlu diluruskan:
1. Nyeri Setelah Olahraga Adalah Tanda Otot Terbentuk
Nyeri otot setelah berolahraga (Delayed Onset Muscle Soreness/DOMS) sering terjadi karena adanya mikro-robekan pada serat otot yang jarang digerakkan atau kaku. Seiring waktu, otot akan beradaptasi, memperbaiki kerusakan tersebut, dan menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, rasa sakit bisa berkurang pada sesi latihan berikutnya.
Namun, nyeri yang berkepanjangan atau semakin parah bukanlah indikasi pembentukan otot yang sehat. Kondisi ini justru bisa menandakan teknik olahraga yang salah atau adanya cedera. Jika mengalaminya, disarankan untuk menghentikan latihan atau mengganti jenis aktivitas fisik.
2. Naik Turun Tangga Bukan Termasuk Olahraga
Anggapan bahwa naik dan turun tangga bukanlah olahraga adalah keliru. Aktivitas ini, meskipun tergolong ringan, efektif membakar kalori, memperkuat otot kaki dan bokong, serta berkontribusi pada peningkatan kepadatan tulang. Selain itu, melakukannya setelah makan bahkan dapat membantu mengontrol kadar gula darah.
3. Pola Makan Tidak Penting Jika Sudah Rutin Berolahraga






.png)