bogorplus.id - Memahami berbagai jenis kontraksi selama kehamilan sangat penting bagi ibu hamil (Bumil) agar dapat mengenali kondisi tubuh dan mengambil tindakan yang sesuai. Bagi Bumil yang baru pertama kali hamil, membedakan kontraksi yang normal dan yang memerlukan perhatian medis seringkali menimbulkan kebingungan.
Secara umum, kontraksi ditandai dengan sensasi mengencangnya otot rahim. Terutama saat mendekati persalinan, fungsi utama kontraksi adalah mempersiapkan jalan lahir bagi bayi. Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak semua kontraksi merupakan pertanda bahwa persalinan sudah dekat.
Mengenal Tiga Jenis Kontraksi Utama Saat Hamil
Ada beberapa jenis kontraksi yang umum dialami ibu hamil, yang terkadang memiliki gejala yang mirip satu sama lain.
1. Kontraksi Palsu (Braxton-Hicks)
Memasuki trimester kedua, Bumil mungkin mulai merasakan kontraksi ringan yang tidak teratur. Kondisi ini dikenal sebagai kontraksi palsu atau kontraksi Braxton-Hicks, dan ini bukan merupakan tanda persalinan.
Gejala kontraksi palsu antara lain:
- Perut terasa kencang namun umumnya tidak disertai nyeri.
- Kontraksi hanya terpusat pada bagian perut.
- Sering dipicu oleh kelelahan atau dehidrasi.
Kontraksi palsu cenderung mereda atau hilang ketika ibu mengubah posisi tubuh, misalnya dari berbaring menjadi berdiri dan berjalan sebentar. Kontraksi ini tidak akan bertambah kuat dan tidak menyebabkan perubahan atau pembukaan pada leher rahim. Meskipun demikian, Bumil dianjurkan segera berkonsultasi ke dokter jika kontraksi palsu terasa semakin kuat atau disertai perdarahan.






.png)