bogorplus.id – Kondisi Jalan KH Abdullah bin Nuh di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menjadi keluhan warga, karena dianggap mengalami kerusakan yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Di beberapa lokasi, permukaan jalan tampak tidak rata dan berkerikil, sehingga meningkatkan risiko bagi pengendara, terutama pada saat lalu lintas padat atau saat hujan.
Syaban, yang berusia 29 tahun dan merupakan salah satu penduduk setempat, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan di area tersebut sudah berlangsung lama tanpa adanya perbaikan yang menyeluruh.
Ia menyatakan bahwa permukaan aspal yang bergelombang dan tambalan yang licin sering membuat pengendara, terutama yang menggunakan sepeda motor, kehilangan keseimbangan.
“Di sini jalannya bisa dibilang sudah cukup lama rusak. Aspalannya itu licin dan bergelombang, bahkan ada kerikil kerikilnya. Kalau kondisi ramai, motor bisa gampang selip, kayak kemarin itu kan ada ya kejadian motor selip di sekitar sini sampai jatuh,” ujar Syaban, Minggu (8/2/2026).
Hasanah (49), seorang pengguna jalan yang hampir setiap hari melintas di Jalan KH Abdullah bin Nuh, juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menilai situasi jalan tersebut berisiko tinggi, terutama pada jam-jam sibuk.
“Kalau hujan itu sih jalannya makin bahaya, ditambah kalau lagi padat kendaraan ya. Sudah sering lihat pengendara hampir jatuh bahkan ada yang jatuh juga di sini karena asapalnya itu licin terus banyak batu kerikil sama ada lubang lubangnya,” katanya.
Diketahui, bahwa pada Sabtu pagi (7/2/2026), telah terjadi sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa seorang sepeda motor di Jalan KH Abdullah bin Nuh, tepatnya di depan RS Hermina Bogor, Kecamatan Tanah Sareal.
Kasubnit Gakkum Satlantas Polresta Bogor Kota, Iptu Eko Susilo, menyampaikan bahwa berdasarkan penyelidikan awal di lokasi kejadian dan kesaksian, kecelakaan tersebut diduga terjadi Ketika sepeda motor korban tergelincir saat berusaha melintas di antara kendaraan lain.