BOGORPLUS.ID - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Filipina telah menimbulkan dampak kerusakan pada infrastruktur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) hingga Rabu (10/6/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara mencatat total 53 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa susulan yang dipicu oleh gempa utama dari negara tetangga tersebut.
Rincian kerusakan tersebut mencakup 34 unit rumah warga, dua gedung gereja, satu masjid, satu fasilitas sekolah, dan satu rumah dinas yang mengalami kerusakan fisik.
Dampak getaran gempa yang kuat ini tidak hanya dirasakan di Sulawesi Utara, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Gorontalo dan Maluku Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan yang intensif, dengan total 224 kali gempa susulan tercatat hingga pukul 13.00 Wita.
Salah satu gempa susulan terbaru tercatat memiliki kekuatan magnitudo 3,7, dengan pusat gempa berada 103 kilometer Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada pukul 14.58 Wita.
Guncangan utama dengan magnitudo 7,7 terjadi pada pukul 06.37 WIB, yang sempat memicu status Siaga hingga Waspada tsunami di wilayah pesisir.
Sensor alat pengukur pasang surut kemudian mengonfirmasi adanya tsunami kecil yang mendarat dengan ketinggian mencapai 0,75 meter di Talengan, Kepulauan Sangihe.
"Gempa Mindanao, Filipina M 7,7. Jumlah gempa bumi susulan 224 dan jumlah gempa bumi susulan dirasakan 2. Update Tanggal 10 Juni 2026 12:00 WIB," ujar BMKG.





