bogorplus.id - Hormon katekolamin merupakan senyawa penting yang dilepaskan tubuh sebagai respons terhadap stres, baik fisik maupun psikis. Peningkatan kadar hormon ini melebihi batas normal dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan tertentu yang memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Katekolamin diproduksi oleh beberapa bagian tubuh, termasuk batang otak, otak, dan kelenjar adrenal. Senyawa ini berperan sebagai neurotransmiter, yaitu pembawa pesan kimia antar sel saraf. Ketika seseorang mengalami stres, hormon ini memicu respons "lawan atau lari" (fight or flight), yang menyebabkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, serta aliran darah menuju otot. Selain itu, pelepasan katekolamin juga memicu perasaan gelisah, cemas, takut, dan meningkatkan kewaspadaan.

Tiga Jenis Utama Hormon Katekolamin

Hormon katekolamin terbagi menjadi tiga jenis utama, masing-masing memiliki fungsi spesifik:

1. Dopamin: Berfungsi mengirimkan sinyal ke seluruh sistem saraf. Hormon ini berperan dalam mengatur pergerakan tubuh, emosi, kemampuan mengingat, serta menimbulkan perasaan positif.
2. Adrenalin (Epinefrin): Dilepaskan oleh sistem saraf simpatik. Adrenalin adalah pemicu utama respons fight or flight sebagai mekanisme pertahanan hidup terhadap ancaman.
3. Noradrenalin (Norepinefrin): Bertugas menyempitkan pembuluh darah untuk membantu mempertahankan tekanan darah saat stres. Noradrenalin juga meningkatkan kewaspadaan, gairah, perhatian, suasana hati, serta memengaruhi siklus tidur dan memori.

Pengukuran dan Nilai Normal Katekolamin

Kadar hormon katekolamin dapat diukur melalui tes laboratorium, baik melalui sampel urine maupun darah.

Pada tes urine, katekolamin telah dipecah menjadi zat lain, seperti asam homovanillic (dari dopamin); metanefrin dan asam vanillylmandelic (VMA) (dari adrenalin); serta normetanefrin dan VMA (dari noradrenalin). Pengambilan sampel urine harus dilakukan selama lebih dari 24 jam untuk menjamin akurasi hasil.

Kadar Normal Katekolamin dalam Urine (setelah 24 jam):