bogorplus.id - Demensia merupakan istilah umum yang sering disamakan dengan kepikunan pada lansia. Secara medis, demensia merujuk pada penurunan kemampuan otak untuk menjalankan fungsi dasar, seperti berpikir, mengingat, berkomunikasi, dan membuat keputusan. Kondisi ini membuat penderitanya kesulitan mengurus diri sendiri, berinteraksi sosial, hingga mengalami perubahan perilaku dan kesulitan fokus.

Penyebab utama demensia adalah kerusakan atau kematian sel saraf di otak. Meskipun penurunan sel saraf terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, penderita demensia mengalami penurunan yang jauh lebih signifikan. Kerusakan sel saraf ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, sehingga memunculkan beragam jenis demensia.

Ragam Jenis Demensia Berdasarkan Penyebab Kerusakan Sel Saraf

Demensia diklasifikasikan berdasarkan penyebab kerusakan sel saraf yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa jenis demensia yang paling umum dijumpai:

1. Demensia pada Penyakit Alzheimer
Penyakit Alzheimer merupakan jenis demensia yang paling banyak ditemukan, mencakup sekitar 60-80% dari seluruh kasus demensia. Kondisi ini disebabkan oleh penumpukan protein abnormal di otak yang mengganggu fungsi sel saraf.

Selain faktor usia, risiko Alzheimer dapat meningkat akibat faktor genetik, riwayat depresi, masalah kesehatan mental tertentu, atau riwayat cedera otak.

Gejala umum Alzheimer meliputi:

  • Kesulitan mengingat informasi dasar seperti waktu, tempat, nama, dan alamat.
  • Sering kehilangan barang dan tidak ingat meletakkannya.
  • Kesulitan berbicara dan berkomunikasi.
  • Kesulitan dalam melakukan aktivitas motorik seperti berjalan atau berpakaian.
  • Perubahan kepribadian dan suasana hati (mood).
  • Kesulitan memahami situasi sekitar.
  • Ketidakmampuan mengurus diri sendiri dan lupa akan anggota keluarga.

2. Demensia Vaskular
Jenis demensia ini timbul akibat gangguan aliran darah ke otak, yang menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak. Demensia vaskular seringkali terjadi setelah seseorang mengalami stroke.