BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Mojokerto saat perhelatan Pakis Wetan Carnival di Desa Pakis, Trowulan, mengakibatkan dua penonton menjadi korban. Peristiwa ini melibatkan jatuhnya speaker middle yang terpasang pada salah satu truk pengiring kirab budaya.
Dua korban yang tertimpa adalah seorang ibu bernama Chelsea Amelia Putri (19) dan anaknya yang masih balita dengan inisial AAP (3). Keduanya merupakan warga Desa Tawar, Gondang, Mojokerto, dan mengalami luka akibat insiden tersebut.
Momen jatuhnya perangkat audio berdaya besar ini terekam dalam video dan menyebar luas melalui media sosial, termasuk unggahan di akun TikTok Yoiki Mbak Ifa dan akun Facebook Sounds Konten. Rekaman tersebut memperlihatkan proses evakuasi korban menggunakan ambulans di tengah keramaian penonton.
Ketua Panitia Pakis Wetan Carnival, Inul, mengonfirmasi bahwa kecelakaan tragis ini terjadi pada hari Minggu (21/6) setelah waktu salat Magrib. Saat itu, kirab budaya sedang berlangsung dengan dimeriahkan oleh kehadiran sembilan grup sound horeg yang berpartisipasi.
Secara mendadak, dua unit speaker middle yang berada di posisi paling atas dari grup sound horeg bernama La Morena dilaporkan lepas dan jatuh menimpa penonton di bawahnya. Peristiwa ini menyebabkan luka pada Chelsea dan anaknya yang sedang menyaksikan acara tersebut.
Dikutip dari Detikcom, Chelsea mengalami luka pada bagian kening, sementara kondisi balita AAP lebih serius dan memerlukan penanganan medis segera. Korban balita tersebut harus menjalani operasi pada bagian jari kelingking kaki kanannya di RS Dian Husada, Sooko, Mojokerto.
"Ibunya luka di kepala, tidak serius, sudah di-rontgen juga endak papa. Anaknya sudah dilakukan operasi di RS Dian Husada, kondisinya sudah membaik, Insyaallah sore ini pulang," jelas Ketua Panitia Inul ketika dikonfirmasi detikJatim pada Selasa (23/6/2026).
Kepala Dusun Pakis Wetan, Kartono, menambahkan bahwa agenda tahunan ini diadakan dalam rangka memperingati Haul Akbar Mbah Ambarsari. Rute kirab budaya yang dilalui peserta membentang dari Dusun Kepiting, Desa Temon, hingga titik akhir di Lapangan Pakis, Dusun Pakis Wetan.
"Izinnya dari polsek maupun polres. Start dari Dusun Kepiting, Desa Temon, finish di Lapangan Pakis Wetan. Ribuan yang nonton," terang Kartono mengenai perizinan dan skala acara tersebut.






.png)