BOGORPLUS.ID - Tragedi dalam rangkaian ibadah haji kembali terjadi bagi jemaah yang tergabung dalam Embarkasi Solo. Data terbaru menunjukkan bahwa total jemaah yang meninggal dunia kini telah mencapai angka 39 orang selama periode pelaksanaan ibadah.

Penambahan angka duka ini terjadi setelah seorang jemaah dilaporkan wafat di dalam pesawat saat dalam perjalanan kembali menuju Tanah Air pada hari Senin, tepatnya tanggal 8 Juni 2026. Peristiwa ini menambah catatan duka bagi kloter yang berangkat melalui Embarkasi Solo.

Informasi mengenai akumulasi jumlah jemaah wafat ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Embarkasi Solo, berdasarkan data yang dihimpun dari proses kepulangan jemaah. Mayoritas dari total korban meninggal dunia tersebut menghembuskan napas terakhirnya saat masih berada di Arab Saudi.

Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, memberikan konfirmasi mengenai perkembangan data tersebut saat dimintai keterangan pada hari Rabu, 10 Juni 2026. "Sampai dengan hari ini jumlah jemaah haji dari Embarkasi Solo yag wafat sejumlah 39 orang," ujar Nabiila Azka Amaalia.

Nabiila merinci lebih lanjut mengenai lokasi meninggalnya para jemaah tersebut. "Terdiri 38 jemaah wafat di Tanah Suci dan satu jemaah wafat di pesawat," terangnya.

Jemaah yang meninggal di dalam pesawat diketahui merupakan seorang wanita dan tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 14. Jemaah tersebut menghembuskan napas terakhirnya ketika pesawat sedang dalam rute penerbangan dari Jeddah menuju Bandara Kualanamu (KNO) Medan, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Tanah Air.

"Meninggal dunia di pesawat dari Jeddah menuju (KNO) Bandara Kualanamu Medan. Dari Tanah Suci menuju Tanah Air," jelas Nabiila Azka Amaalia.

Pemeriksaan medis awal menunjukkan bahwa jemaah yang bersangkutan tidak memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya, namun dimasukkan dalam kategori risiko tinggi (Risti) karena merupakan pengguna kursi roda. Dugaan sementara penyebab kematian mengarah pada masalah koroner.

"Kalau dari riwayatnya tidak ada yang sakit kronis, tapi termasuk Risti karena pengguna kursi roda. Untuk riwayat terakhir dari medis menyatakan serangan jantung," terang Nabiila Azka Amaalia.