bogorplus.id - Salat Iduladha merupakan ibadah sunah muakadah yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah. Secara umum, tata cara pelaksanaan salat Iduladha memiliki kesamaan dengan salat Idulfitri, baik dalam jumlah rakaat maupun teknis gerakannya.
Merujuk pada kitab Ahkam Ash-Sholah karya Syaikh Ali Raghib, salat Iduladha dikerjakan sebanyak dua rakaat. Ketentuan ini bersandar pada hadis yang dituturkan oleh Umar RA:
صَلَاةُ الْأَضْحَى رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْفِطْرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ السَفَرِ رَكْعَتَانِ وَصَلَاةُ الْجُمُعَةِ رَكْعَتَانِ تَمَامٌ لَيْسَ بِقَصْرٍ عَلَى لِسَانِ مُحَمَّدٍ ﷺهِ وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَى
Artinya: "Salat Iduladha itu dua rakaat; salat Idulfitri itu dua rakaat; salat safar itu dua rakaat; dan salat Jumat itu juga genap dua rakaat tanpa diqasar berdasarkan sabda Nabi kalian. Sungguh merugi orang yang mengada-ada." (HR An-Nasa'i, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Berikut adalah panduan lengkap tata cara salat Iduladha, lengkap dengan bacaan niat, doa, serta amalan sunah yang menyertainya.
Tata Cara Salat Iduladha
Perbedaan utama antara salat Iduladha dan salat Idulfitri terletak pada pelafalan niatnya. Berdasarkan buku Fiqih Islam Terjemahan Matn Al-Ghayah Wat Taqrib karya M. Jauharul Eka Mawahib dan Siti Sulaikho, berikut adalah urutan tata cara salat Iduladha:
1. Membaca Niat
Niat Salat Iduladha Sendiri:
اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatan li Idil Adha rak'atayni adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat salat sunah Iduladha dua rakaat karena Allah Ta'ala."

