BOGORPLUS.ID - Sebuah temuan mengejutkan dari riset global terbaru menunjukkan bahwa keahlian praktis dalam menghadapi masalah ban bocor ternyata lebih dipercayakan kepada generasi yang lebih tua. Generasi X (Gen X) secara signifikan dinobatkan sebagai kelompok yang paling diandalkan untuk menangani situasi darurat tersebut.
Sebaliknya, Generasi Z (Gen Z) justru menduduki peringkat paling bawah dalam hal kepercayaan publik terkait kemampuan mengganti ban kendaraan. Data ini merupakan hasil penelitian mendalam yang dilakukan oleh Autotrader UK di berbagai belahan dunia.
Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 3.000 pengemudi yang tersebar di 15 negara yang berbeda untuk mengumpulkan perspektif publik mengenai keahlian otomotif antar generasi. Dilansir dari Detik Oto, hasil survei ini memberikan gambaran kontras mengenai persepsi kemampuan praktis.
Di Amerika Serikat (AS), temuan ini sangat mencolok, di mana tidak ada satu pun responden yang menunjuk Gen Z sebagai pilihan utama mereka untuk meminta bantuan saat ban kempes. Mayoritas responden di sana, sekitar 67 persen, justru menjatuhkan pilihan mereka kepada Generasi X.
Fenomena serupa juga terdeteksi di beberapa negara lain seperti Inggris, Portugal, dan Australia, di mana Gen Z sama sekali tidak menerima suara sebagai generasi yang paling dipercaya dalam urusan perbaikan ban. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan persepsi global.
Secara akumulasi dari semua negara yang disurvei, hanya 2 persen responden yang memberikan kepercayaannya kepada Generasi Z untuk urusan ini. Angka tersebut sangat kontras dengan Generasi X yang berhasil mendominasi kepercayaan publik dengan perolehan mencapai 57 persen.
Meskipun kepercayaan dari publik rendah, menariknya kelompok Gen Z menunjukkan tingkat keyakinan diri yang cukup tinggi terhadap kemampuan mereka sendiri. Di Inggris, tercatat sebanyak 43 persen responden dari kelompok Gen Z menyatakan bahwa mereka mampu mengganti ban secara mandiri.
Tingkat kepercayaan diri pengemudi muda di Amerika Serikat juga menunjukkan angka yang cukup signifikan, yaitu mencapai 29 persen. Perbedaan persepsi antara kepercayaan diri internal Gen Z dan persepsi publik ini diduga kuat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang berbeda di antara generasi.
Generasi muda saat ini cenderung memanfaatkan platform digital untuk mempelajari berbagai keahlian praktis yang mereka butuhkan. Dibandingkan dengan kelompok usia lainnya, Gen Z lebih sering mencari tutorial perbaikan mobil melalui media sosial, termasuk YouTube, TikTok, serta memanfaatkan bantuan dari kecerdasan buatan (AI).






.png)