BOGORPLUS.ID - Masyarakat di wilayah perbatasan antara Desa Toronan dan Desa Kowel, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menunjukkan inisiatif luar biasa dalam memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak. Aksi swadaya ini dilakukan secara gotong royong oleh warga yang merasa prihatin dengan kondisi jalan tersebut.
Perbaikan jalan mandiri ini telah berlangsung selama kurang lebih sepekan terakhir, menunjukkan kekompakan warga dalam mengatasi masalah fasilitas publik. Hingga saat ini, progres perbaikan telah mencapai panjang sekitar 250 meter dengan lebar jalur yang dicor berkisar antara 3 hingga 4 meter.
Kus, salah satu tokoh masyarakat dari Desa Toronan, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul karena kondisi jalan yang telah lama mengalami kerusakan. "Awalnya perbaikan dilakukan di depan Masjid Nurul A'la, kemudian bersama masyarakat kami lanjutkan hingga ke wilayah perbatasan kedua desa," ujar Kus.
Proses pengecoran jalan tersebut berjalan tanpa adanya paksaan atau elemen pemaksaan terhadap pihak mana pun, murni atas kesukarelaan. Berbagai dukungan mengalir untuk mendukung kegiatan ini, mulai dari warga setempat, para donatur, pengusaha rokok, hingga personel TNI dan Polri yang turut membantu.
Fenomena gerakan mandiri dalam perbaikan jalan, gorong-gorong, hingga drainase di Pamekasan ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan Kabupaten Pamekasan, Amin Jabir, menilai hal ini merefleksikan kebangkitan budaya gotong royong nasional.
"Gotong royong sesungguhnya adalah jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Dari Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Bali, Jawa hingga Sumatera, semuanya memiliki sifat dan sikap dasar tersebut. Dengan pola dan kepribadian itulah Indonesia bisa berdiri, berkembang, sukses, dan berjaya," ujar Amin Jabir.
Amin Jabir, yang juga merupakan mantan Kepala Dinas PUPR Pamekasan, menekankan bahwa semangat kebersamaan adalah fondasi kehidupan bermasyarakat yang kuat. Ia memandang langkah swadaya ini sebagai momentum kebangkitan kembali nilai-nilai yang hidup sejak masa perjuangan kemerdekaan.
"Tidak salah masyarakat berswadaya membangun jalan. Ini merupakan kebangkitan kembali gotong royong yang telah hidup sejak zaman perjuangan dan awal kemerdekaan. Kita bangkit sebagai bangsa karena gotong royong," katanya.
Menurut pandangan Amin Jabir, para pendiri bangsa terdahulu menjadikan gotong royong sebagai modal sosial utama ketika menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya alam. Kini, masyarakat membuktikan kapasitas pengorbanan demi kepentingan bersama di tengah kondisi anggaran yang menantang.






.png)