BOGORPLUS.ID - Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Kecamatan Kerambitan, Tabanan, pada Rabu, 10 Juni 2026. Peristiwa ini melibatkan sebuah truk pengangkut semen yang mengalami kegagalan fungsi rem saat melaju di jalan menurun.
Akibat kecelakaan tersebut, terjadi kemacetan parah yang membentang hingga belasan kilometer di kedua arah. Antrean kendaraan mengular panjang di Banjar Dinas Penyalin, Desa Samsam, lokasi terjadinya insiden yang cukup mengganggu mobilitas warga.
Peristiwa bermula ketika truk Hino tronton bernomor polisi N 9088 UN, yang membawa muatan sekitar 35 ton semen, melaju dari arah barat menuju timur. Pengemudi kendaraan berat tersebut diketahui bernama Ahmad Hoiri, seorang pria berusia 43 tahun yang berasal dari Banyuwangi.
Menurut keterangan yang dihimpun, masalah teknis terjadi saat truk memasuki area jalan dengan kontur menurun. Diduga sistem pengereman truk tiba-tiba mengalami kegagalan fungsi total saat melaju.
Untuk menghindari tabrakan beruntun yang lebih fatal, sopir berusaha keras mengendalikan laju kendaraan. Ia memutuskan untuk membanting kemudi ke sisi kiri jalan, yang mengakibatkan truk menabrak pohon dan tiang listrik di bahu jalan.
Kapolsek Kerambitan, AKP I Kadek Ardika, memberikan konfirmasi mengenai kondisi pengemudi truk pasca-kecelakaan. Bagian depan kiri truk dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah akibat benturan keras dengan objek di pinggir jalan.
"Beruntung sopir dalam keadaan selamat meski bagian depan kiri truk ringsek," ujar AKP I Kadek Ardika.
Dampak dari tabrakan yang menyebabkan tiang listrik roboh adalah kabel-kabel listrik melintang di tengah badan jalan utama. Kejadian ini secara langsung menutup total akses lalu lintas, sehingga menyebabkan penumpukan kendaraan yang masif.
Selain itu, tiang listrik yang tumbang sempat menimpa satu unit mobil pribadi jenis Toyota Avanza Veloz yang saat itu baru saja keluar dari kawasan perumahan Griya Loka. Meskipun tertimpa, mobil tersebut dilaporkan tidak mengalami kerusakan yang signifikan.





