BOGORPLUS.ID - Ratusan massa yang menamakan diri Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta pada hari Jumat, 19 Juni 2026. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dan tuntutan tegas mengenai nasib program MBG ke depan.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung secara tertib dan damai, dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan berakhir kurang lebih satu setengah jam kemudian. Mayoritas peserta aksi adalah ibu-ibu yang mengenakan pakaian serba putih, menunjukkan keseriusan mereka dalam menyampaikan aspirasi.

Para peserta aksi membawa berbagai poster dan spanduk sebagai alat peraga untuk mendukung program MBG. Dalam aksi tersebut, mereka juga menggunakan satu unit mobil pikap sebagai mimbar utama untuk menyampaikan orasi dan pernyataan sikap di tengah kerumunan massa.

Koordinator aksi, Evan, menjelaskan bahwa para relawan ini sangat bergantung pada keberlangsungan program MBG untuk menopang kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini dikarenakan keterbatasan kesempatan kerja lain yang mereka miliki.

Evan menyampaikan tuntutan utama dari para relawan dalam orasinya, yaitu agar program makan bergizi gratis tersebut dapat terus berjalan tanpa hambatan. Selain itu, mereka juga meminta adanya penegakan hukum terhadap pelaku korupsi.

"Tuntutan yang pertama, program makan bergizi gratis tetap berjalan. Yang kedua, adili para koruptor karena yang di bawah itu hanya berkepentingan di sini. Kita mencari uang di sini, enggak bisa dari tempat lain, karena keterbatasan dari umur maupun dari strata pendidikan," ujar Evan, Koordinator Aksi.

Evan merinci bagaimana program MBG memberikan dampak ekonomi langsung bagi para relawan yang terlibat di lapangan. Program ini tidak hanya menyediakan kegiatan, tetapi juga sumber penghasilan yang vital bagi banyak keluarga.

"Membantunya gini, Mas. Dari relawan itu mendapatkan gaji dari MBG. Dan itu memang menghidupi beberapa, banyak keluarga. Dari yang anaknya tidak bisa sekolah, menjadi bisa sekolah sekarang, Mas. Terus terbantu juga untuk bisa mendapatkan sembako atau yang lainnya untuk dibelanjakan harian," sambung Evan, Koordinator Aksi.

Menurut perhitungan yang disampaikan oleh koordinator aksi, terdapat sekitar 16.000 relawan di wilayah Yogyakarta yang mata pencahariannya terkait langsung dengan program MBG. Mereka mengancam akan meningkatkan skala aksi jika program ini dihentikan.