BOGORPLUS.ID - Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu mengambil langkah klarifikasi setelah beredar luas informasi keliru di media sosial mengenai potensi erupsi besar Gunung Lawu. Isu yang viral pada hari Jumat (19/6/2026) tersebut mengklaim bahwa gunung tersebut berada di urutan ketujuh gunung yang akan meletus hebat dalam waktu dekat.
Pihak otoritas kehutanan tersebut secara tegas menyatakan bahwa narasi yang beredar luas dan menimbulkan keresahan masyarakat tersebut tidak didukung oleh data aktivitas vulkanik historis gunung tersebut. Klarifikasi ini dilakukan untuk menenangkan publik yang mulai panik akibat informasi yang tersebar.
Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, Mulyadi, menjadi juru bicara yang memberikan keterangan resmi mengenai kondisi Gunung Lawu saat ini. Ia menegaskan bahwa riwayat letusan gunung tersebut tidak menunjukkan adanya potensi erupsi besar yang diklaim dalam hoaks tersebut.
Dilansir dari Detikcom, Mulyadi menjelaskan bahwa catatan sejarah hanya mencatat adanya letusan kecil yang terjadi ratusan tahun silam. "Memang Gunung Lawu pernah erupsi tapi tidak besar. Ratusan tahun lalu," ujar Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan Mulyadi saat dikonfirmasi.
Lebih lanjut, Mulyadi merinci bahwa aktivitas vulkanik signifikan terakhir yang tercatat hanya berupa letusan kecil. Letusan kecil tersebut hanya menghasilkan suara dentuman yang terdengar samar pada masa lampau.
"Erupsi kecil saat itu dalam sejarah tahun 1885 dan hanya kecil terdengar suara dentuman," papar Mulyadi.
Meskipun secara klasifikasi Gunung Lawu tetap tergolong gunung berapi, pihak perhutani menjelaskan kondisi teknis vulkanologinya saat ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa gunung tersebut masih dalam fase tidak aktif secara signifikan dalam periode waktu yang panjang.
"Status gunung berapi aktif tapi tidur ratusan tahun terakhir erupsi 1885. Ada kawah juga yang berbau belerang," ungkap Mulyadi.
KPH Lawu juga memberikan informasi geografis terkait keberadaan kawah yang berbau belerang, sebagai salah satu ciri gunung berapi. Kawah tersebut berada di wilayah yang dapat diakses melalui jalur pendakian tertentu di Karanganyar.






.png)