bogorplus.id - Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk kembali melayani penerbangan komersial secara luas mendapat dukungan kuat dari kalangan akademisi.
Langkah ini dinilai berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung dan wilayah Bandung Raya.
Pengamat ekonomi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Yudi Asep, menyatakan bahwa keberadaan bandara memiliki fungsi strategis yang tidak hanya berkaitan dengan sektor transportasi, melainkan juga menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Menurutnya, konektivitas yang lebih baik akan mempercepat mobilitas manusia, barang, investasi, hingga kegiatan bisnis.
"Bandara merupakan infrastruktur ekonomi yang sangat penting. Ketika akses transportasi udara semakin mudah, maka mobilitas pelaku usaha, wisatawan, maupun investor juga akan meningkat. Dampaknya akan dirasakan oleh banyak sektor usaha di Bandung," ujar Yudi, Rabu (28/5).
Yudi menjelaskan, sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling diuntungkan jika Bandara Husein kembali beroperasi penuh.
Sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara, kemudahan akses penerbangan ke Bandung diyakini akan mendongkrak angka kunjungan.
Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan okupansi hotel, geliat restoran, pusat perbelanjaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.
Karakteristik Kota Bandung sebagai kota jasa dan pariwisata, lanjut Yudi, menuntut konektivitas transportasi yang prima sebagai faktor penentu. Mengingat Bandung tidak memiliki sumber daya alam yang besar, kekuatan utamanya bertumpu pada sektor jasa, perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

