BOGORPLUS.ID - Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) baru saja mengeluarkan sebuah proyeksi yang sangat penting mengenai bagaimana kondisi produksi beras di tingkat global akan bergerak. Proyeksi ini mencakup periode musim tanam yang akan datang, yaitu tahun 2026/2027.
Proyeksi tersebut secara spesifik mengindikasikan adanya potensi penurunan signifikan pada volume produksi padi secara menyeluruh di berbagai negara yang merupakan produsen utama beras di seluruh dunia.
Adapun faktor utama yang diperkirakan menjadi penekan volume produksi global ini adalah ancaman fenomena iklim El Nino yang berkepanjangan. Selain itu, isu mengenai profitabilitas sektor pangan juga disinyalir ikut memperburuk situasi pertanian.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, proyeksi yang dikeluarkan oleh FAO ini menjadi perhatian serius bagi negara-negara pengimpor maupun eksportir beras utama. Hal ini menunjukkan tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian pangan global ke depan.
Kondisi iklim ekstrem yang disebabkan oleh El Nino seringkali mengakibatkan kekeringan atau sebaliknya, banjir besar, dan keduanya sangat merugikan bagi tanaman padi yang membutuhkan kondisi air stabil. Hal ini menjadi salah satu alasan utama proyeksi penurunan produksi.
Selain faktor cuaca, tekanan pada sisi ekonomi juga turut berperan dalam memengaruhi keputusan petani dalam menggarap lahan mereka pada musim tanam mendatang. Profitabilitas yang rendah dapat mengurangi intensitas input pertanian.
"Proyeksi tersebut mengindikasikan adanya potensi penurunan volume produksi beras secara menyeluruh di berbagai negara produsen di seluruh dunia," sebagaimana disampaikan oleh perwakilan FAO dalam dokumen proyeksi terbaru mereka.
Para analis kini tengah memantau bagaimana negara-negara produsen akan merespons prediksi ini, khususnya dalam upaya mitigasi dampak El Nino terhadap hasil panen padi mereka. Langkah antisipatif akan sangat menentukan stabilitas pasokan global.






.png)