BOGORPLUS.ID - Gangguan suplai listrik yang dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Kabupaten Kuningan pada Sabtu, 20 Juni 2026, menyebabkan ketidaknyamanan signifikan bagi para wisatawan di kawasan kaki Gunung Ciremai. Kejadian ini memaksa berbagai aktivitas wisata malam terhenti akibat kondisi gelap gulita yang melanda area tersebut.

Pemadaman listrik bergilir tersebut dipicu oleh adanya gangguan teknis operasional pada pembangkit listrik, yang mengakibatkan penurunan kapasitas suplai daya. Akibatnya, PLN harus menerapkan manajemen beban terbatas di sejumlah wilayah yang terdampak di Kuningan.

Salah satu sektor yang paling merasakan dampak adalah industri pariwisata kuliner, seperti yang dialami oleh Sagof Coffee di objek wisata Talaga Surian, Kecamatan Cigugur. Para pengunjung di kafe tersebut terpaksa harus beraktivitas menggunakan sumber cahaya alternatif karena mesin barista tidak dapat dioperasikan tanpa aliran listrik.

PLN telah mengeluarkan pengumuman resmi mengenai jadwal pemadaman sementara yang mencakup puluhan titik di daerah tersebut. Jadwal estimasi waktu pemadaman adalah mulai pukul 17.30 hingga 20.30 WIB pada hari itu.

Informasi resmi PLN menyebutkan bahwa wilayah yang terkena dampak manajemen beban terbatas meliputi area Pasar Baru Kuningan, Perumahan Bojong, Kamuning Golden Residence, serta beberapa desa seperti Cigadung, Windujanten, dan Cipondok. Selain itu, lokasi wisata seperti Objek Wisata Waduk Darma juga termasuk dalam daftar wilayah yang terdampak.

Seorang wisatawan bernama Ali yang datang dari Bekasi mengungkapkan kekecewaannya karena pengalaman liburannya terganggu. Ia menyesalkan momen pemadaman terjadi saat sore menjelang malam, padahal ia berharap dapat menikmati pemandangan kota dari ketinggian.

"Sangat disayangkan, jauh-jauh dari Bekasi, kebetulan direkomendasi teman ke tempat sini. View-nya bagus. Eh, malah mati lampu. kalau siang mungkin tidak masalah lah ya," ujar Ali, pengunjung.

Ali juga menyoroti dampak langsung pemadaman terhadap layanan di kafe tempat ia berkunjung. "Cuma ada beberapa keluhan seperti kayak tidak bisa memesan kopi karena mungkin mati listrik kali. Terus ditambah matinya lampu ketika sore ke malam. Karena matinya lampu rata mungkin ya. Ya sudahlah," tutur Ali.

Keluhan serupa datang dari pengunjung lain, Hafidz, yang kesulitan melakukan mobilitas di area kedai yang memiliki kontur tanah tidak rata dalam kegelapan. Ia menambahkan bahwa beberapa pesanan yang membutuhkan pengolahan mesin listrik tidak dapat dipenuhi saat itu.