Oleh: Ketua BEM FKIP Universitas Pakuan, Adinda Paradila

bogorplus.id- Perempuan selalu menjadi sosok sentral yang memainkan peran krusial dalam berbagai aspek kehidupan. Mereka adalah penjaga kebijaksanaan, penggerak perubahan, dan sumber inspirasi yang tak terhingga.

Namun, meskipun peran mereka begitu vital, pengakuan dan penghargaan terhadap kontribusi perempuan sering kali terabaikan.

Kata ‘perempuan’ berasal dari kata dasar “empu” yang dalam bahasa Melayu lama memiliki arti “tuan” atau pemilik. Kata ini kemudian mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’ sehingga menjadi ‘perempu-an’, yang berarti seorang yang dihormati atau diutamakan.

Seiring waktu, makna kata ini berkembang dan mengalami perubahan. Pada awalnya, kata ‘perempuan’ mungkin merujuk kepada seseorang yang memiliki kedudukan atau kehormatan. Dalam konteks modern, kata ini secara spesifik digunakan untuk menyebut jenis kelamin wanita.

Dapat dilihat bahwa kata ‘perempuan” pada awalnya mengandung makna kehormatan dan penghormatan, yang seharusnya tetap menjadi pandangan kita terhadap perempuan dalam masyarakat saat ini.

Perempuan sering kali diibaratkan sebagai tiang tengah rumah tangga, yang menyangga seluruh struktur dengan kekuatan dan kelembutan mereka.

Peran ini, yang sering dianggap remeh, sebenarnya adalah pondasi dari masyarakat yang kuat. Melalui peran sebagai ibu, perempuan mengemban tanggung jawab besar dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak, yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa.

Pendidikan yang mereka berikan tidak hanya terbatas pada ilmu pengetahuan, tetapi juga mencakup nilai-nilai moral, etika, dan kebijaksanaan hidup.