BOGORPLUS.ID - Pemerintah Kota Makassar melalui petugas gabungan melaksanakan penertiban tegas terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang didirikan secara ilegal di atas saluran drainase di Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala. Aksi ini merupakan bagian dari upaya penataan ruang publik dan memastikan fungsi infrastruktur kota berjalan optimal.

Operasi penertiban ini melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, kepolisian, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta instansi teknis terkait lainnya di bawah koordinasi Pemkot Makassar. Kehadiran aparat keamanan memastikan proses pembongkaran berjalan sesuai prosedur.

Pelaksanaan penertiban dimulai sejak pagi hari, tepatnya pukul 08.00 Wita, dengan fokus utama pada bangunan yang berada di kawasan belakang Masjid Al Markaz. Untuk meratakan bangunan yang melanggar aturan tersebut, satu unit alat berat jenis ekskavator diturunkan ke lokasi.

Dikutip dari Detikcom, selama proses pembongkaran menggunakan alat berat yang memakan sebagian badan jalan, arus lalu lintas di sekitar area tersebut terpaksa harus ditutup sementara waktu demi keselamatan publik.

Akibat penutupan sementara ini, kendaraan yang datang dari arah Jalan Laccukang menuju Jalan Sunu diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif yang telah ditentukan oleh petugas di lapangan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemacetan yang lebih parah.

Meskipun penutupan sempat diberlakukan, terpantau bahwa arus kendaraan yang bergerak dari Jalan Sunu menuju Jalan Petta Punggawa masih dapat mengalir dengan cukup lancar tanpa hambatan berarti. Petugas terus memantau situasi untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

Proses penertiban pada Rabu (10/6/2026) ini dilaporkan sempat diwarnai dengan aksi protes dari beberapa pemilik lapak yang terdampak. Namun, secara keseluruhan situasi pembongkaran dilaporkan tetap berjalan dalam kondisi yang kondusif.

"Beberapa pemilik tempat usaha terlihat memilih untuk membongkar sendiri bangunan mereka," kata petugas yang tidak disebutkan namanya dalam pemberitaan tersebut. Hal ini menunjukkan adanya upaya kooperatif dari sebagian pedagang meskipun ada keberatan awal.

Dikutip dari Detikcom, beberapa pengendara sepeda motor sempat kedapatan berusaha menerobos area sterilisasi yang telah ditetapkan di sekitar lokasi pembongkaran.