bogorplus.id - Mayoritas wanita terlahir dengan bentuk dan ukuran payudara yang tidak sepenuhnya simetris. Perbedaan antara payudara sebelah kanan dan kiri ini sering kali menimbulkan pertanyaan, apakah kondisi tersebut normal atau justru mengindikasikan adanya masalah kesehatan.

Secara medis, perbedaan pada payudara dapat meliputi ukuran volume, bentuk, diameter dan posisi puting, hingga tekstur kulitnya. Perbedaan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor fisik, mulai dari bawaan lahir, kadar lemak tubuh, jumlah kelenjar susu, fluktuasi hormon, hingga kondisi medis tertentu.

Kapan Payudara Beda Sebelah Dikategorikan Normal?

Perbedaan ukuran atau bentuk payudara umumnya merupakan kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini terutama berlaku jika perbedaan tersebut sudah terjadi sejak masa pertumbuhan (pubertas) tanpa disertai keluhan kesehatan lainnya.

Kondisi serupa juga berlaku pada bentuk puting. Adalah hal yang lumrah jika salah satu puting tampak datar atau melekuk ke dalam, sementara puting di sisi lainnya menonjol.

Beberapa faktor utama yang menyebabkan payudara tidak simetris antara lain:

  • Faktor Genetika dan Hormonal: Perubahan hormon saat menstruasi, kehamilan, atau menyusui dapat memengaruhi ukuran payudara. Kebiasaan menyusui yang dominan pada satu sisi juga memicu perbedaan ukuran.
  • Cedera fisik (trauma) pada area dada.
  • Kelainan Perkembangan Pubertas:
  • Hypoplastic breasts (payudara hipoplastik): Kondisi saat jaringan payudara tidak berkembang sempurna selama masa pubertas.
  • Juvenile hypertrophy: Kondisi ketika salah satu payudara tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan sisi sebelahnya.

Meskipun termasuk dalam kelainan perkembangan, kedua kondisi di atas umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan medis khusus.

Ciri-Ciri Payudara Beda Sebelah yang Perlu Diwaspadai