bogorplus.id – Budaya kerja yang masih menganggap karyawan pulang tepat waktu sebagai bentuk ketidakloyalan dinilai sudah tidak lagi relevan di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya efisiensi energi dan pelestarian lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Selvi Damayanti, mahasiswa Magister Manajemen Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, dalam sebuah artikel yang mengangkat konsep Green Human Resource Management (Green HRM) sebagai strategi membangun budaya kerja yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

Menurut Selvi, kebiasaan lembur tanpa alasan yang jelas justru menyebabkan pemborosan listrik, waktu, serta menurunkan kualitas keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance).

Kondisi tersebut juga dinilai berdampak terhadap meningkatnya konsumsi energi yang berkontribusi pada persoalan lingkungan secara global.

Ia menjelaskan, konsep Green HRM tidak hanya berbicara mengenai penghematan biaya operasional perusahaan, tetapi juga membangun kesadaran seluruh karyawan untuk menjaga lingkungan melalui kebijakan sumber daya manusia yang berorientasi pada keberlanjutan.

Dalam perspektif Islam, menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Nilai tersebut diperkuat dengan larangan berbuat kerusakan (fasad) dan berlebihan (israf), sehingga efisiensi dalam bekerja menjadi bagian dari tanggung jawab moral maupun spiritual.

Selvi menilai penerapan Green HRM dapat dilakukan melalui berbagai langkah sederhana, seperti membiasakan mematikan lampu dan pendingin ruangan setelah jam kerja, mengurangi penggunaan kertas, menerapkan sistem dokumen digital, memberikan pelatihan lingkungan kepada karyawan, hingga memberikan penghargaan bagi unit kerja yang berhasil melakukan penghematan energi.

Ia juga menyoroti bahwa sejumlah perusahaan, termasuk sektor perbankan syariah, telah mulai menerapkan strategi keberlanjutan dengan mewajibkan pelatihan lingkungan bagi karyawan serta memanfaatkan teknologi untuk memantau emisi karbon dalam operasional perusahaan.