bogorplus.id– Cinta orang tua tak pernah mengenal kata menyerah. Di tengah keterbatasan ekonomi dan berlapisnya birokrasi layanan kesehatan, Siti Hanifah dan suaminya, Hermawan, memilih bertahan.
Warga Desa Ciadeg, Cigombong, Kabupaten Bogor itu mengorbankan seluruh harta yang mereka miliki demi menyelamatkan nyawa putri semata wayangnya, Hana Hanifah, bayi yang didiagnosis menderita penyakit liver langka, Atresia Bilier.
Atresia Bilier merupakan kelainan bawaan serius, ketika saluran empedu tidak berkembang secara normal sehingga empedu terperangkap dan perlahan merusak hati.
Penyakit ini membutuhkan penanganan medis khusus dan intensif sejak dini.
Siti Hanifah (25) mengingat jelas hari ketika dokter pertama kali menyampaikan kondisi sang anak, yang saat itu baru berusia 19 hari.
“Kalau kata orang kampung ya penyakit kuning. Tapi kalau di rumah sakit, kata dokter itu Atresia Bilier,” ujar Siti saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).
Kabar tersebut seketika membuatnya lemas. Namun bersama sang suami, Hermawan (35), Siti menolak menyerah pada keadaan.
Upaya pengobatan sempat dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan. Namun keterbatasan biaya membuat pengobatan Hana beberapa kali terhenti.
Saat usia Hana menginjak empat bulan, kondisinya kembali memburuk. Demam tinggi, perut membuncit, hingga sesak napas memaksa kedua orang tuanya mencari pertolongan.