bogorplus.id – Sinar matahari terbagi menjadi tiga jenis sinar radiasi, yaitu ultra violet A (UVA) dengan gelombang panjang, ultra violet B (UVB) dengan gelombang pendek, dan ultra violet C (UVC) dengan gelombang sangat pendek.
Semakin pendek gelombang, maka semakin besar juga tingkat radiasi yang dapat merusak kulit. Di antara semua jenis sinar ultra violet, UVC merupakan jenis yang paling bisa merusak kulit. Namun, lapisan ozon bumi mampu menghalau sinar UVC, sehingga hanya sinar UVA dan UVB yang dapat menembus bumi.
Seorang dermatolong, dr. Nana Novia Jayadi, Sp. KK dalam keterangan persnya mengatakan, secara umum radiasi UVA dan UVB pada kulit paling tinggi rata-rata terdepat pada jam 11.00 sampai jam 14.00.
Menurut Fitzpatrick, secara klinis jenis kulit orang Indonesia masuk kedalam kategori Phototype antara nomor IV dan V yang artinya kulit orang Indonesia memiliki kaya zat pewarna kulit atau melanin sehingga kulit lebih mudah menggelap saat terpapar sinar matahari. Apalagi jika terpapar sinar UVA berlebihan bisa menyebabkan terjadinya kanker.
Polusi, keringat, debu, dan kotorang akan membuat kondisi semakin parah karena dapat memicu timbulnya noda hitam pada kulit, Pada satu noda hitam kecil tersebut, dibawahnya terdapat jutaan sel pigmen yang rusak.
Untuk mencegah kerusakan sel-sel pigmen akibat terkena paparan sinar mataharu berlebih, baiknya gunakan Vitamin C secara topikal (langsung pada kulit). Vitamin C merupakan zat anti oksidan yang telah teruji aman dan efektif dalam mencerahkan kulit dan menyamarkan noda hitam.
Vitamin C juga berfungsi untuk mencegan terbentuknya malanin yang terlalu banyak secara aman dan efektif agar warna kulit tidak semakin menggelap. Pemakaian yang teratur secara perlahan, kulit akan tampak makin cerah sesuai dengan warna kulit kita masing-masing sebelumnya. Noda hitam juga akan tersamarkan.