bogorplus.id - Plasenta, atau yang secara umum dikenal sebagai ari-ari, merupakan organ vital yang menghubungkan ibu dengan janin selama masa kehamilan. Organ yang hanya terbentuk pada periode kehamilan ini memiliki peran sentral dalam memastikan pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam kandungan berjalan optimal.
Ari-ari mulai terbentuk sekitar 7 hingga 10 hari setelah proses pembuahan, atau tepatnya pada minggu kedua kehamilan. Organ ini menempel pada dinding rahim dan terhubung dengan janin melalui tali pusat. Seiring bertambahnya usia kandungan, ukuran ari-ari akan terus membesar. Pada saat janin siap dilahirkan, ari-ari biasanya memiliki berat sekitar 500–850 gram dengan diameter mencapai 18–19 cm.
Secara medis, terdapat lima fungsi utama ari-ari selama masa kehamilan:
1. Penyaluran Oksigen dan Nutrisi
Janin memperoleh asupan oksigen dan nutrisi sepenuhnya melalui plasenta. Oksigen dan zat gizi dari aliran darah ibu ditransfer ke tubuh janin melalui tali pusat, mengingat janin belum dapat makan atau bernapas secara mandiri di dalam rahim.
2. Pembuangan Zat Sisa Metabolisme
Selama organ tubuh janin seperti paru-paru, ginjal, dan hati masih dalam tahap perkembangan, ari-ari mengambil alih fungsi organ-organ tersebut. Ari-ari berperan membuang zat sisa metabolisme dari tubuh janin, termasuk karbon dioksida dan urine, yang kemudian dialirkan kembali ke darah ibu untuk dikeluarkan melalui sistem ekskresi.
3. Produksi Hormon Kehamilan
Ari-ari berfungsi memproduksi hormon-hormon penting untuk mendukung kehamilan yang sehat, seperti human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron. Selain itu, plasenta menghasilkan hormon laktogen dan prolaktin yang berperan dalam pemberian nutrisi janin serta stimulasi kelenjar susu ibu.
4. Penyaluran Antibodi
Guna mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh janin, ari-ari menyalurkan antibodi dari tubuh ibu. Antibodi ini berfungsi melindungi bayi dari risiko infeksi berbahaya hingga beberapa bulan setelah kelahiran.
5. Perlindungan dari Infeksi Bakteri
Plasenta bertindak sebagai penghalang fisik (barrier) antara sirkulasi darah ibu dan janin. Hal ini mencegah masuknya bakteri dari tubuh ibu ke dalam tubuh janin, sehingga meminimalkan risiko infeksi selama masa kandungan.
Risiko Gangguan pada Ari-Ari
Mengingat fungsinya yang sangat krusial, gangguan pada ari-ari dapat berdampak serius bagi kesehatan ibu maupun janin. Beberapa gangguan yang perlu diwaspadai antara lain:

