bogorplus.id - Masa awal kehamilan atau hamil muda merupakan periode krusial bagi pertumbuhan janin. Pada fase ini, perkembangan organ tubuh berlangsung sangat pesat, sehingga ibu hamil perlu ekstra waspada terhadap kebiasaan maupun asupan nutrisi sehari-hari. Kesadaran akan hal-hal yang dilarang menjadi kunci untuk meminimalkan risiko komplikasi, termasuk keguguran.

Meskipun kehamilan adalah momen yang membahagiakan, lonjakan hormon sering kali memicu berbagai keluhan fisik. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kandungan sejak dini sangat penting agar kehamilan tetap stabil hingga persalinan. Berikut adalah 10 larangan bagi ibu hamil muda yang perlu diperhatikan:

1. Menghindari Makan Berlebihan
Anggapan bahwa ibu hamil harus makan dalam porsi dua orang adalah mitos yang perlu diluruskan. Makan berlebihan di awal kehamilan dapat memicu kenaikan berat badan ekstrem pada ibu dan meningkatkan risiko obesitas pada anak di masa depan.

2. Menghindari Suhu Panas dan Aktivitas Berat
Aktivitas seperti sauna, berendam di kolam air panas, atau olahraga yang terlalu berat dapat meningkatkan suhu tubuh secara signifikan. Kondisi ini berisiko menyebabkan dehidrasi, pingsan, hingga gangguan perkembangan janin dan cacat lahir.

3. Menunda Pijat dan Akupunktur
Meski umumnya aman pada trimester kedua dan ketiga, terapi pijat dan akupunktur sebaiknya dihindari saat hamil muda. Terapi ini dikhawatirkan dapat memicu kontraksi yang berujung pada keguguran atau persalinan prematur.

4. Larangan Membersihkan Kotoran Kucing
Ibu hamil tetap diperbolehkan berinteraksi dengan kucing, namun sangat dilarang untuk membersihkan kotorannya. Hal ini dikarenakan adanya risiko parasit Toxoplasma gondii yang dapat menyebabkan toksoplasmosis, sebuah infeksi yang memicu keguguran atau cacat bawaan pada bayi.

5. Menghindari Tindik dan Tato
Prosedur menindik bagian tubuh atau membuat tato memiliki risiko tinggi penularan penyakit melalui jarum, seperti Hepatitis B dan HIV. Penyakit ini sangat berbahaya bagi keselamatan ibu dan tumbuh kembang janin.

6. Menghindari Makanan Mentah atau Setengah Matang
Konsumsi daging, telur, ikan, hingga tauge mentah dapat memicu infeksi bakteri dan parasit seperti Listeria, Toxoplasma, dan Salmonella. Selain itu, hindari produk susu yang tidak melewati proses pasteurisasi untuk mencegah infeksi serius yang berisiko menyebabkan kematian janin dalam kandungan (stillbirth).

7. Membatasi Konsumsi Makanan Laut Tinggi Merkuri
Ikan tertentu seperti tenggiri, kembung, hiu, dan kerapu diketahui mengandung kadar merkuri yang tinggi. Paparan merkuri dapat merusak sistem saraf dan otak bayi, yang berdampak pada gangguan kognitif serta fisik setelah lahir.